WARGA WONOSOBO SEPAKATI PENGENDALIAN BALON UDARA

Wonosobo - Setelah melalui perundingan yang cukup alot selama kurang lebih 4 jam, warga dan komunitas balon udara Wonosobo pada Kamis (13/7) akhirnya menyepakati MoU pengendalian tradisi pelepasan balon udara. Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Surat Komitmen Bersama Pengendalian Balon Udara oleh seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Wonosobo yang terkait antara lain ; Letkol Dwi Haryono Komandan Kodim 0707 Wonosobo; Eko Purnomo Bupati Wonosobo; AKBP. Muhammad Ridwan Kepala Kepolisian Resor Wonosobo; Perwakilan AirNav Indonesia; Perwakilan PLN Wonosobo; Bandriyo Perwakilan Camat Se-Kabupaten Wonosobo; perwakilan Wonosobo Zone; Nurkholis Ketua PKKW; Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah III Surabaya; serta perwakilan Media, dengan disaksikan tokoh masyarakat setempat Agustinus Kepala Kejaksaan Negeri Wonosobo; Wiryatmi SH.MH. Ketua Pengadilan Negeri Wonosobo; H.Afif Nurhidayat S.Ag. Ketua DPRD Kabupaten Wonosobo.

Festival Balon Udara merupakan tradisi masyarakat Wonosobo ini menjadi perhatian khusus pada pelaksanaan angkutan lebaran 1438H beberapa waktu lalu. Kegiatan menerbangkan Balon Udara yang tidak terkendali jumlah dan ketinggiannya ini dapat mengancam keselamatan penerbangan. Pada akhir bulan Juni tahun ini, terdapat gangguan balon udara di langit Jawa Tengah. Hal ini tercatat dalam puluhan laporan langsung dari pilot yang melintas di sekitar wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur melihat Balon Udara berterbangan di sekitar pesawat. AirNav Indonesia mengeluarkan NOTAM pada para awak penerbang agar lebih waspada terhadap Balon Udara yang terbang disekitar langit Jawa Tengah.

Dengan adanya peristiwa tersebut, AirNav Indonesia dalam hal ini bertindak sebagai operator yang mewakili Kementerian Perhubungan melakukan langkah cepat untuk mengantisipasi hal tersebut. AirNav Indonesia melakukan komunikasi langsung dengan pejabat daerah setempat untuk melakukan sosialisai pengendalian pelepasan tradisi Balon Udara kepada masyarakat di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Selanjutnya AirNav Indonesia membentuk tim internal Pengendalian Balon Udara untuk lebih menggalakkan kampanye keselamatan penerbangan mengenai bahaya balon udara bagi penerbangan nasional dan internasional. Dengan penandatanganan kesepakatan ini diharapkan terbentuknya komitmen bersama untuk mengendalikan tradisi Balon Udara agar lebih aman bagi penerbangan Indonesia. Kegiatan pengendalian balon udara ini akan terus menjadi perhatian sampai pada akhirnya seluruh masyarakat memahami betapa pentingnya menjaga keamanan  dan keselamatan bersama dalam perayaan tradisi masyarakat. (HP/AirNav)


Kategori Berita