Perum Damri Bisa Masuk Sepinggan

BALIKPAPAN - PT Angkasa Pura I mengizinkan Perum Damri mengembangkan angkutan pemadu moda di Bandara Internasional AM Sulaiman Balikpapan sebagai salah satu moda transportasi dari dan menuju bandara itu.

Communication & Legal Section Head Bandara Internasional Sepinggan Awaluddin mengatakan saat ini moda transportasi yang ada di bandara itu hanya taksi.

Menurutnya, pengadaan bus bandara sangat dimungkinkan mengingat status Bandara Sepinggan sebagai bandara internasional.

"Memang belum ada informasi dari Perum Damri terkait ini [pengadaan bus bandara], tetapi kami mempersilakan jika Damri ingin masuk ke bandara," katanya kepada Bisnis, Kamis (15/1).

Awaluddin menilai moda transportasi bandara yang aman, nyaman dan terjangkau sangat dibutuhkan pengguna Bandara AM Sulaiman mengingat bandara itu menjadi salah satu pintu gerbang investor yang ingin berbisnis di Kalimantan Timur.

Untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan pengguna jasa bandara, lanjutnya, sistem parkir bandara berupa layanan pick up zone yang diterapkan di terminal kedatangan akan diperbaiki.

Sampai saat ini, layanan pick up zone mendapat banyak kritikan dan keluhan dari masyarakat.

Padahal, jelasnya, pemberlakuan sistem pick up zone bertujuan memperlancar penjemputan penumpang.

Sebelum diberlakukan sistem ini, paparnya, banyak mobil yang parkir di terminal kedatangan sehingga mengganggu arus lalu lintas yang ada di terminal itu.

"Masukan itu kami tampung. Setiap sistem pasti memiliki kekurangan, karena itu kami akan evaluasi terus untuk memperbaikinya," jelasnya.

Sebelumnya, Direktur Usaha Perum Damri Sarmadi Usman mengisyaratkan mengembangkan pelayanan transportasi pemadu moda di Bandara Sepinggan pada semester pertama tahun ini.

Dia menjelaskan pihaknya akan segera menjalin komunikasi dengan PT Angkasa Pura I selaku pengelola bandara tersebut.

"Ada tujuh sampai 10 bandara yang akan kami layani. Kami akan kerja sama dengan Angkasa Pura I dan II," ungkapnya.

Berdasarkan survei yang pernah dilakukan Perum Damri Samarinda, ada lima trayek unggulan yang dapat dikembangkan BUMN
itu.

Pertama, trayek Bandara Sepinggan-Terminal Batu Ampar via Iswahvudi, berjarak tempuh 15 kilometer (km). Pada tahap awal, trayek ini bisa dilayani enam bus. 

Kedua, trayek Bandara Sepinggan-Terminal Batu Ampar via Polda, berjarak tempuh 10 km. Pada tahap awal, trayek ini bisa dilayani empat bus.

Ketiga, trayek Bandara Sepinggan-Sungai Kunjang Samarinda, berjarak tempuh 110 km dan bisa dilayani enam bus pada tahap awal.

keempat, trayek Bandara Sepinggan-Terminal Tenggarong, berjarak tempuh 136 km dan pada tahap awal bisa dilayani delapan bus. Terakhir, trayek Bandara Sepinggan-JI. A. Wahab Svahranie Samarinda, berjarak tempuh 120 km dan pada tahap awal bisa dilayani tujuh bus. (Ocha/Sumber:BisnisIndonesia)


Kategori Berita