Masuki Dan Suriani Raih Penghargaan Jurnalistik<!--:-->

Adalah Masuki M. Astro yang tampaknya tak pernah berhenti meraih berbagai prestasi di bidang jurnalistik. Bulan Maret ini Masuki kembali berhasil meraih penghargaan, kali ini Piala Prapanca kategori karya tulis jurnalistik terbaik 2012 pada acara HUT ke-67 Persatuan wartawan Indonesia (PWI) dan Hari Pers Nasional (HPN) 2013 tingkat Jawa Timur. masuki_astro.jpgTulisan berjudul "Konflik Syiah dalam Perubahan Identitas Keagamaan" berhasil membuat Masuki  membawa pulang piala, serta uang tunai sebesar Rp7,5 juta. "Alhamdulillah dan puji syukur kami ucapkan atas penghargaan ini. Semoga ini semakin memotivasi untuk terus berkarya," Begitu Masuki beujar usai menerima penghargaan.
Sebelumnya, pria kelahiran Pamekasan tersebut juga menerima penghargaan "Adinegoro" khusus kategori jurnalistik siber untuk karya berjudul "Indonesia Dalam Made Rai dan Mad Ra'I" pada Peringatan HPN 2012 di Jambi. Piala Prapanca diadakan oleh PWI Jawa Timur. Tahun 2012 ini semua wartawan baik anggota maupun bukan anggota PWI dapat mengirimkan hasil karya jurnalistik tulis maupun fotonya untuk dilombakan. Karya tulis atau foto yang diikutkan lomba harus dimuat di media cetak dan online selama periode 1 Januari hingga 31 Desember 2011. Setiap peserta baik perorangan maupun kelompok atau tim boleh mengikutkan maksimal tiga karya tulis atau foto untuk lomba Piala Prapanca. Selain Masuki, dari ANTARA masuk sebagai nominasi adalah fotografer Antara M. Risyal Hidayat. Walaupun belum berhasil menjadi juara, Icang, sapaan akrab Risyal mengatakan bahwa dengan masuk sebagai nominasi ia merasa sudah mendapat prestasi membanggakan dan diharapkan bisa menambah motivasi. suryani_mappong_-_usaid_win.jpgSelain Masuki, Jurnalis ANTARA Biro Sulawesi Selatan Suriani Mappong yang juga berhasil menorehkan prestasi di awal tahun ini. Ia meraih juara 1 kategori cetak online Anugerah Jurnalistik Peduli Sanitasi – USAID melalui tulisan berjudul ‘JALAN PANJANG MENUJU BEBAS BABS’. Dalam tulisan tersebut, Suriani menyoroti bagaimana penanganan buang air besar sembarangan (BABS) menjadi salah satu indicator masalah kesehatan. Mengambil contoh kasus di Sulsel dimana dikatakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Sulsel Dr dr H Rahmat Latief di Makassar bahwa penanganan BABS, Sulawesi Selatan sudah masuk lima besar nasional, namun demikian masih perlu bekerja keras untuk mencapai target bebas BABS (Open Defecation Free/ODF) untuk 24 kabupaten/kota. Pemerintah daerah pun membangun kemitraan dengan sejumlah lembaga seperti Indonesia Urban Water Sanitation and Hygiene (IUWASH). Mata rantai kerjasama lalu terbentuk, dengan kerjasama IUWASH dengan lembaga donor USAID yang terus melakukan pendampingan terhadap masyarakat sasaran yang masih rendah tingkat kesadarannya menjaga kebersihan lingkungan.

Kategori Prestasi