Perum Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara Biro Maluku dianugerahi penghargaan Anugerah Hijau KANAL Rupidara untuk kategori "Best News of Media" oleh Perhimpunan Pemuda Sadar Wisata, Pecinta Alam-Kreativitas Anak-Anak Alam (PPSWPA-KANAL) Ambon, Jumat.

Penyerahan penghargaan tersebut dilakukan oleh Wakil Wali Kota Ambon Sam Latuconsina dalam peringatan 18 tahun berdirinya PPSWPA-KANAL, di Aula PGSD Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon.

Rudi Fofid dari PPSWPA-KANAL Ambon ketika membacakan penerima penghargaan Rupidara untuk kategori "Best News of Media" mengatakan, Perum LKBN Antara Biro Maluku terpilih dikarenakan tetap eksis memberitakan tentang masalah lingkungan di wilayah tugasnya, termasuk juga antisipasi sebelum terjadi terhadap bencana.

"Setelah melakukan pengamatan dan penilaian, kami memilih LKBN Antara Biro Maluku karena tetap setia memberitakan masalah-masalah lingkungan di daerahnya, tidak hanya saat bencana sudah terjadi tetapi bagaimana antisipasi sebelumnya yang jarang sekali dilakukan oleh media lainnya di Ambon," katanya.

Selain Perum LKBN Antara Biro Maluku, anugerah Rupidara Award juga diberikan kepada Aliansi Masyarakat Adat Nasional (AMAN) Wilayah Maluku untuk kategori "Organization Commited".

Sedangkan untuk kategori "People Commited" diberikan kepada Dominggus L. Sinanu atas upayanya menyelamatkan Teluk Ambon dengan menanam bakau di pesisir pantai Desa Lateri, dan untuk kategori "Life Time Achievement" diberikan kepada Kewang (Penjaga Hutan) Negeri Haruku Eliza Kisya.

Wakil Wali Kota Ambon Sam Latuconsina dalam kesempatan tersebut mengatakan, selaku pemerintah Kota Ambon, dirinya sangat mendukung upaya-upaya dan kampanye penyelamatan lingkungan yang dilakukan oleh PPSWPA-KANAL selama 18 tahun keberadaannya.

Dikatakannya, dirinya berjanji akan selalu membantu setiap kegiatan di Kota Ambon yang pro terhadap lingkungan.

"Apa yang telah dilakukan oleh PPSWPA-KANAL sangat bagus sekali, ini penting karena Kota Ambon adalah daerah rawan bencana, kalau cuma banjir dan tanah longsor tapi bagaimana kalau sampai ada korban jiwa, oleh karenanya sangat penting bagi kita untuk melakukan upaya-upaya pencegahan sebelum terjadi," katanya.

Rupidara merupakan penghargaan yang diberikan oleh PPSWPA-KANAL kepada lembaga, organisasi maupun perorangan yang melakukan upaya menjaga lingkungan di Maluku.

Rupidara diambil dari nama belakang seorang perintis lingkungan hidup asal Kabupaten Maluku Tenggara yang dianugerahi penghargaan Kalpataru pada 1981, Rudolf Rupidara.

Berkat upaya yang dilakukan untuk melestarikan lingkungan hidup dengan menanam pohon di padang sabana hingga menjadi hutan, Rudolf Rupidara menjadi orang Maluku pertama yang mendapatkan penghargaan kalpataru.