Bahana Sekuritas Media Forum : Good Buying Opportunity

Bahana Sekuritas Media Forum : Good Buying Opportunity

Publish Date: May 27, 2019 20:03

Jakarta - Selama empat bulan pertama tahun ini, beberapa indikator perekonomian belum memperlihatkan perkembangan yang menggembirakan. Selama kuartal pertama, perekonomian tumbuh hampir sama dengan periode yang sama tahun lalu, neraca perdagangan hingga akhir April kembali mencatat defisit.

Kondisi politik sempat memanas pasca diumumkannya pasangan Joko Widodo - Ma’ruf Amin sebagai pemenang pemilihan presiden 2019, yang diikuti dengan aksi demo.  Namun, aksi demo menolak kemenangan Jokowi tersebut, tidak terlalu dikhawatirkan para investor di pasar saham, sepanjang tidak menimbulkan kerusuhan dan kerusakan, investor relative sudah jenuh dengan berbagai protes yang dilakukan oleh pasangan yang kalah.

Melihat perkembangan domestik yang terjadi saat ini, menurut Direktur Utama Bahana Sekuritas Feb Sumandar, sebenarnya saat ini adalah saat yang pas untuk kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia karena return dan gain yang ditawarkan Indonesia masih lebih baik dibanding negara lainnya dengan prospek perekonomian jangka menengah-panjang cukup menjanjikan terutama didukung oleh konsumsi rumah tangga.

Hal inilah yang mendorong Bahana Sekuritas terus berupaya melengkapi berbagai produknya yang ada di pasar saham maupun non pasar saham, yang diperuntukkan bagi korporasi maupun retail. Sehingga investor memiliki instrument keuangan dan investasi yang beragam dan bisa melakukan perubahan alokasi saat diperlukan. ‘’Saat pasar saham mengalami tekanan, investor bisa mencari pendanaan atau berinvestasi di obligasi pemerintah maupun korporasi yang memiliki prospek positif,’’ papar Feb.

Selama kuartal pertama 2019, Bahana Sekuritas telah berhasil mengantarkan Exim Bank, Maybank dan PLN mencari pendanaan melalui penerbitan obligasi dan sukuk dengan total sekitar Rp 7,75 triliun. Bahana Sekuritas juga ditunjuk sebagai konsultan keuangan atas transaksi penjualan anak usaha PT Rajawali Nusantara Indonesia.

‘’Di sisa tahun ini, kami perkirakan akan lebih banyak korporasi yang mencari pendanaan baik dengan menerbitkan saham maupun obligasi untuk menopang ekspansi usaha,’’ ujar Feb. ‘’Kami sangat berharap otoritas jasa keuangan bisa menjaga keadaan tetap kondusif dan aman bagi semua pemain di pasar modal melalui regulasi yang adil bagi semua pihak,’’ tambahnya.

 Bahana Sekuritas memperkirakan hingga akhir tahun akan ada potensi penerbitan bonds lebih dari Rp 20 triliun, penerbitan medium term notes diperkirakan mencapai Rp 7 triliun, 4 korporasi berencana menjual saham perdana serta rencana untuk aksi merger dan akuisisi (M&A) masih akan berlanjut

Menurut Kepala Riset Bahana Sekuritas Lucky Ariesandi, prospek pasar saham Indonesia masih cukup menjanjikan sepanjang tahun ini, meski selama kuartal pertama dan dalam beberapa hari terakhir mengalami tekanan akibat aksi demo yang memprotes hasil pilpres, namun koreksi ini diperkirakan hanya sementara.

Anak usaha PT Bahana Pembianaan Usaha Indonesia (BPUI) ini memperkirakan, indeks sampai akhir tahun akan berada pada kisaran 6.600 - 6.800, yang masih akan dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global dan domestik. Perkiraan ini sejalan dengan proyeksi Bahana atas pendapatan korporasi yang diperkirakan akan tumbuh sekitar 13% pada tahun ini.

‘’Pendapatan korporasi bisa saja terkoreksi kekisaran 10% - 11%, pada tahun ini, bila perang dagang yang berlanjut mempengaruhi kinerja perusahaan di sektor komoditas dan tekstil,’’ ungkap Lucky  


Kategori Berita