Pisah Sambut Direktur Utama Barata Indonesia

Bertempat di Gedung Serbaguna Kantor Pusat PT Barata Indonesia (Persero), telah dilaksanakan acara Pisah Sambut Direktur Utama pada Senin, 25 November 2019. Oksarlidady Arifin resmi meninggalkan posisinya sebagai Direktur Utama PT Barata Indonesia (Persero) digantikan oleh Fajar Harry Sampurno.  Acara dibuka oleh Komisaris PT Barata Indonesia (Persero), Sam Herodian dan dihadiri oleh Direksi beserta jajaran manajemen Barata. Turut hadir pada acara tersebut perwakilan Serikat Pekerja Barata Indonesia (SPBI), Ikatan Istri karyawan Karyawati (IIKK) Barata, Barata Milenial (Baranial) dan Direksi PT Boma Bisma Indra (Persero).

Dalam kesempatan tersebut, Bapak Sam Herodian mengucapkan terima kasih kepada Oksarlidady Arifin atas dharma baktinya selama 11 bulan memimpin Barata Indonesia sehingga perusahaan mampu mencapai kinerja yang baik. Lebih lanjut,dirinya berpesan agar PT Barata Indonesia (Persero) senantiasa mempertajam kompetensinya dengan inovasi serta menjaga rasio keuangan perseroan positif dengan melakukan manajemen operasional untuk meningkatkan kinerja yang lebih baik.

Sementara itu, Oksarlidady Arifin menyampaikan berbagai kesan, pesan, dan pengalamannya selama mengabdi untuk PT Barata Indonesia (Persero). Meskipun, hanya 11 bulan memimpin Barata Indonesia, namun atmosfer kekeluargaan yang dirasakan di Barata Indonesia sangat erat.

Dirinya pun berharap seluruh karyawan Barata Indonesia, terus melanjutkan visi & misi perusahaan terutama dalam hal efisiensi dan pengendalian operasional.

                Beliau yakin Barata akan tumbuh lebih besar dengan nahkoda baru seiring dengan rencana Kementerian BUMN dalam program holding sektoral. Tantangan ini perlu partisipasi dan peran aktif seluruh insan Barata agar kapal yang besar ini dapat tinggal landas.

Menanggapi hal ini, Fajar Harry Sampurno sebagai nahkoda baru Barata Indonesia menyampaikan bahwa Barata sudah ia kenal sejak 1989. Ini merupakan penugasan ketiga kalinya untuk menangani Barata. Bedanya pada misi kali ini ialah mewujudkan Barata sebagai pemimpin industri manufaktur bersama dengan 6 BUMN lainnya. Hal ini sebagaimana penunjukan Menteri BUMN tentang percepatan pengembangan BUMN Industri Manufaktur.

“Mudah -Mudahan kedepan klaster ini, khususnya Barata Indonesia, dapat memberikan kontribusi lebih kepada negara”, tutupnya.

Karena itu pria kelahiran Blitar itu, meminta dukungan kepada semua pihak untuk bersama-sama merealisasikan visi tersebut.  


Kategori Berita
Sub Kategori berita