BPWS dan BBI sinergi garap Suramadu

Setelah melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Pelindo III terkait studi pengembangan pelabuhan Tanjung Bulupandan, Badan Pengelolaan Wilayah Surabaya - Madura (BPWS) menjalin kerja sama dengan PT Boma Bisma Indra (Persero). Dalam kegiatan yang digelar Jumat (2/2/2018) itu, kedua pihak menyiapkan kerjasama pengembangan kawasan industri strategis Suramadu di wilayah Madura.

Deputi Bidang Perencanaan BPWS, Agus Wahyudi mengatakan perencanaan pengembangan kawasan industri tersebut saat ini dalam tahap perencanaan yang nantinya akan dilaporkan kepada kementerian terkait juga akan ditawarkan kepada para investor.

"Kerjasama pembentukan kawasan industri ini akan terintegrasi dengan Pelabuhan Tanjung Bulu Pandan serta jalan tolnya. Proyek ini akan bersinergi dengan BUMD dan BUMN lainnya," kata Agus, usai penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), di kantor BBI di Surabaya.

 

Direktur Utama BBI, Rahman Sadikin mengatakan dalam kerja sama tersebut, pihaknya memiliki peran untuk membuat kajian atau studi kelayakan bisnis dalam setiap proyek di kawasan tersebut.
"Termasuk mengumpulkan BUMN strategis yang siap masuk dan ikut mengembangkan industri mandiri di Madura," jelas Rahman.

Rencana pengembangan kawasan industri strategis Suramadu tersebut akan memiliki 9 zona yang melengkapi sebuah kawasan industri terintegrasi. Yaitu zona pendidikan, zona usaha baru, bisnis start up riset dan teknologi, zona pusat kendali (tower center control), zona industri bangunan lepas pantai dan komponen, zona industri logam dasar, zona industri pertahanan dan Hi-Tech, zona industri maritim dan industri berat, serta zona kelistrikan (power plant), hal ini terungkap memalui presentasi yang disampaikan oleh M Agus Budiyanto, Direktur Operasional dan Pemasaran BBI.


Saat ini BPWS memiliki 40 ha lahan yang cukup potensi dikembangkan sebagai zona pendidikan dan industri. Diharapkan zona pendidikan bisa menghasilkan sumber daya manusia yang siap bekerja di industri-industri sekitarnya di dalam kawasan.

 

"Ini (perencanaan) memang masih mentah sekali, diharapkan gaungnya sampai ke tingkat nasional mengingat investasi yang dibutuhkan sangat besar dan perlu camput tangan pemerintah," jelasnya.

 

Selain mengembangkan kawasan industri strategis Suramadu, kedua pihak juga akan mengembangkan Kawasan Kaki Jembatan Suramadu (KKJS) sisi Madura. Rencananya kawasan tersebut akan dikembangkan pusat-pusat kuliner, wisata dan budaya.

Langkah strategis BPWS ini dilakukan setelah BPWS direncanakan untuk berada di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). 

 

 


Kategori Berita