Empat BUMN Jalin Sinergi Untuk Peningkatan Kinerja

 

 

Empat BUMN Jalin Sinergi Untuk Peningkatan Kinerja

Jakarta, 3 September 2018 – Empat Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jalin kerja sama untuk tingkatkan kinerjanya. Kerja sama ini merupakan bentuk Sinergi BUMN yang tertuang dalam penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama (PKS) oleh masing-masing Direktur Utama BUMN dalam binaan Kedeputian Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi serta Kedeputian Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media serta Kedeputian Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta pada Senin (03/09).

Penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama dilakukan oleh Direktur Utama PT Garam (Persero) Budi Sasongko, Direktur Utama PT Balai Pustaka (Persero) Achmad Fachrodji, Direktur Utama PT Boma Bisma Indra (Persero) Rahman Sadikin, Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero) Dian M. Noer serta disaksikan langsung oleh Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Fajar Harry Sampurno, Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi Wahyu Kuncoro, dan Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius Kiik Ro.

 

Bentuk inisiatif kerja sama yang dilakukan oleh keempat BUMN ini dituangkan dalam nota kesepahaman bidang penerapan teknologi industri berbasis garam dan/atau air laut antara PT Garam (Persero) dan PT Boma Bisma Indra (Persero), serta bidang jasa konsultasi, survey, inspeksi, monitoring, dan verifikasi antara PT Garam (Persero) dan PT Surveyor Indonesia (Persero). Lebih lanjut, dilakukan penandatanganan PKS antara PT Garam (Persero) dan PT Surveyor Indonesia (Persero) dalam rangka pendataan, digitalisasi, dan kajian atas aset lahan PT Garam (Persero) serta pembuatan milestone sejarah dan penerbitan buku tentang Industri Garam di Indonesia antara PT Garam (Persero) dan PT Balai Pustaka (Persero).

 

“Pelaksanaan sinergi BUMN ini hendaknya dilandaskan pada PER-03/MBU/08/2017 tentang Pedoman Kerja Sama Badan Usaha Milik Negara mengarah ke strategic line perusahaan," ujar Harry seusai menyaksikan penandatanganan kerja sama.

 

"PT Garam seharusnya menjalankan bisnisnya bukan hanya sebagai penyedia bahan baku namun juga aktif mengembangkan industrinya ke arah mekanisasi yang modern dan mengikuti perkembangan industri global," tambah Wahyu.

Tidak ingin berhenti sampai dengan penandatanganan kerja sama, Harry berharap implementasinya segera ditindaklanjuti dalam bentuk yang lebih konkret dan profesional.


Kategori Berita