Pekerjaan Jembatan Bentang Panjang yang Tak Lagi Impor

 “Pekerjaan Jembatan Bentang Panjang yang tak lagi impor, mampu dikerjakan oleh PT Bromo Steel Indonesia (BOSTO) anak usaha PT Boma Bisma Indra (Persero)”.

 

Sebagai anak bangsa patut berbangga atas kemampuan sendiri bahwa dalam rangka mendukung program pembangunan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah Jokowi, saat ini Indonesia telah memiliki kemampuan membangun jembatan bentang panjang dengan kualitas yang rapi dan kuat yang tak lagi impor. Dengan dibuktikan Inovasi yang dilakukan dalam pembangunan Jembatan Holtekamp di Papua-Jayapura dengan tipe Box Baja Pelengkung”.

 

Menurut Udik Suprapto - Direktur PT Bromo Steel Indonesia (BOSTO), dalam keterangannya menjelaskan: “Kami memiliki keahlian dan pengalaman yang mumpuni dalam hal pengelasan baja. Maka atas pesanan dari PT Waagner Biro Indonesia,  pengerjaan jembatan bentang utama yang dimaksud telah mampu dikerjakan oleh karyawan kami di pabrik PT Bromo Steel Indonesia (BOSTO) selaku  anak usaha PT Boma Bisma Indra (Persero) dan telah dikerjasamakan dengan Divisi Mesin dan Peralatan Industri di Pasuruan yang merupakan salah satu unit bisnis besar      PT Boma Bisma Indra (Persero), lebih lanjut disebutkan bahwa “Pengelasannya tidak main-main karena berpengaruh terhadap kekuatan dan tidak semua perusahaan memiliki kemampuan dan keahlian serta fasilitas tersebut“.

 

Sedangkan final assembly dan loadout oleh  PT. PAL Indonesia di Surabaya, karena mempunyai fasilitas yang memadai dan dilengkapi pelabuhan. Kerjasama ini merupakan implementasi synergy antar BUMN, pungkas Udik Suprapto.

“Dengan implementasi synergi antar BUMN diharapkan dapat berkelanjutan pada proyek-proyek mendatang dalam rangka penguatan bisnis BUMN Merah Putih khususnya bidang Konstruksi Baja.

Bentang utama 1 dikerjakan sejak 22 Juli 2017 dan selesai 17 Oktober 2017, sementara bentang utama 2 dikerjakan mulai 19 September hingga 3 Desember 2017. Penyelesaian bentang utama 2000 ton yang menjadi scope of work kami dengan bobot 1700 ton lebih cepat dari jadwal, karena menggunakan metode “center span strand lifting” yang pertama dilakukan di Indonesia, tambah Udik Suprapto.

 

Data Teknis Jembatan Holtekamp :

Lebar jembatan adalah 21 meter yang terdiri 4 lajur 2 arah dilengkapi median jalan.

Total panjang bentang utama jembatan ini 400 meter ditambah jembatan pendekat 332 meter yang terdiri 33 meter pendekat dari arah Hamadi dan 299 meter dari arah Holtekamp sehingga total  732 meter.


Kategori Berita