19 BUMN Mengantre 'Disembuhkan' PPA <!--:-->

Angga Aliya - detikFinance
Foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Sebanyak 19 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengantre untuk direstrukturisasi atau 'disembuhkan' oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA). Hingga akhir tahun ini, PPA berharap dapat suntikan dana Rp 2 triliun. Dikutip dari keterangan tertulis perseroan, Kamis (19/5/2011), sebanyak enam BUMN, yaitu PT Varuna Tirta Prakasya, PT Industri Kapal Indonesia, PT Boma Bisma Indra, PT Industri Sandang Nusantara, Perum Pengangkutan Djakarta, dan PT Dirgantara Indonesia sedang dalam proses assessment. Sementara lima lainnya, yaitu PT Kertas Kraft Aceh, PT Balai Pustaka, PT Djakarta Lloyd, PT Survai Udara Penas, dan Perum Produksi Film Negara dalam tahap solution design. PT Waskita Karya, PT Pal Indonesia, PT Merpati Nusantara, dan PT Iglas berada pada tahapan implementasi alias monitoring yang pencairan dananya sudah seluruhnya atau sebagian dicairkan sesuai dengan progres yang disepakati perjanjian kredit. Sedangkan untuk PT Berdikari, PT Semen Kupang, PT Hotel Indonesia Natour, dan PT Primissima pelaksanaan restrukturisasinya sudah selesai sesuai dengan surat penugasan dari Menteri BUMN. Dari total dana PMN sebesar Rp 2,5 triliun yang sudah diterima PPA, lebih dari Rp 1 triliun sudah dicairkan kepada empat BUMN tahap implementasi atau monitoring, masing-masing Merpati Rp 300 miliar, PAL Rp 175 miliar, Waskita Rp 475 miliar dan Iglas Rp 81 miliar. Mengingat sekarang ini dana PMN sudah tersedia sekitar Rp 2,5 triliun maka dibutuhkan tambahan setoran kepada PPA paling tidak sebesar Rp2 triliun di akhir tahun 2011 ini. (ang/dnl)

Kategori Berita