HUT Ke-20 Kementerian BUMN

Oleh Kementerian BUMN 14 April 2018 06:24:23 WIB Di Lihat : 43

SIARAN PERS
Nomor: PR-46/S.MBU.3.3/4/2018
Bagian Humas dan Protokol Gedung Kementerian BUMN Lantai 3
Jalan Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
Telepon (021) 29935678, Faksimile (021) 29935775



Menteri BUMN Bersih-Bersih Lingkungan Sekitar di HUT Ke-20 Kementerian BUMN



Jakarta, 13 April 2018 - Menteri BUMN Rini M. Soemarno  buka kegiatan HUT Ke-20 Kementerian BUMN di Jakarta, 13/04. Pada acara HUT Ke-20 Kementerian BUMN yang jatuh pada tanggal 13 April 2018 ini dihadiri oleh Menteri BUMN Pertama Tanri Abeng, Menteri BUMN periode tahun 2009-2011 Mustafa Abubakar, para Pejabat Kementerian BUMN, para Direktur Utama BUMN, serta para karyawan dan purnabakti Kementerian BUMN.

Di momen ini, Menteri Rini memimpin kegiatan beautifikasi lingkungan Gedung 48 Jl Kebon Sirih yang terletak di sekitar Kantor Kementerian BUMN. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian dan efisensi atas aset bangunan negara yang telah lama terbengkalai.

Pada sambutannya, Menteri Rini mengatakan bahwa,"Dibentuknya Kementerian BUMN menunjukkan upaya Pemerintah agar BUMN dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, dan dapat menjadi korporasi yang sesungguhnya; bukan hanya sebagai perpanjangan tangan kementerian teknis untuk implementasi policy."

"Dalam kurun waktu 20 tahun, BUMN-BUMN di bawah koordinasi Kementerian BUMN telah berkembang secara pesat. Pada tahun 1998 total aset BUMN sebesar Rp438 triliun, sementara pada tahun 2017 telah mencapai Rp7.212 triliun. Total laba BUMN pada tahun 1998 sebesar Rp14 triliun, sementara pada tahun 2017 sebesar Rp189 triliun," ungkapnya.

Selama 3,5 tahun ke belakang, BUMN terus bersinergi dengan mengusung misi ”BUMN Hadir Untuk Negeri”. Banyak upaya yang dilakukan untuk memberikan pengabdian terbaik bagi Indonesia, diantaranya melalui program pembangunan infrastruktur, keadilan sosial, ekonomi kerakyatan, pengembangan energi terbarukan sampai dengan Holding BUMN untuk menjadikan BUMN semakin kuat dan lincah sehingga mampu bersaing secara global dan memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Program pembangunan infrastruktur dijalankan BUMN melalui program peningkatan rasio elektrifikasi di mana tahun 2014 hanya sebesar 86%, ditargetkan mencapai 97,35% pada 2019; pembangunan jalan tol dimana sejak tahun 1980-2014 hanya dibangun 600 km, target hingga 2019 harus dibangun hingga 1.800 km; panjang transmisi hingga 2014 sebesar 40.000 kms, target hingga 2019 menjadi 86.000 kms.

Program keadilan sosial dicapai melalui program BBM Satu Harga, di mana harga sebelumnya Rp15 ribu-Rp50 ribu/liter menjadi Rp6.450,-/liter untuk premium dan Rp5.150,-/liter untuk solar, sama seperti di Pulau Jawa;
Penurunan harga semen di lokasi-lokasi 3T termasuk Puncak Jaya Papua dari Rp2,5 juta menjadi Rp500 ribu.

Program ekonomi kerakyatan menjadi amanah yang dilaksanakan BUMN melalui pengembangan Balkondes di Borobudur; Rumah Kreatif BUMN (RKB) dengan jumlah UMKM terdaftar mencapai 480 ribu; Mekaar dengan nasabahnya mencapai 2,7 juta; dan berbagai program lainnya.

Dalam rangka peningkatan nilai tambah dan efisiensi, Holding BUMN Perkebunan, Holding BUMN Semen, Holding Industri Pertambangan, dan Holding BUMN Migas telah berhasil terbentuk.

Tak lupa, Menteri Rini senantiasa mengingatkan para insan BUMN untuk bahu-membahu tingkatkan solidaritas, "Di momen ulang tahun Ke-20 Kementerian BUMN ini, kami mengusung tema One Nation, One Vision, One Family to Excellence. BUMN besar harus mendukung BUMN kecil untuk menggarap pertumbuhan bersama. Setiap insan BUMN harus peduli terhadap sesama, memiliki rasa empati yang tinggi dan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial maupun kegiatan bisnis untuk kepentingan masyarakat luas."

"BUMN adalah korporasi milik negara, yang artinya BUMN adalah milik rakyat Indonesia. Pengelolaan bisnis BUMN selain dilakukan dengan  profesional, juga wajib mengikuti prinsip GCG, sehingga keberadaannya bisa sustainable, hingga 10, 50, 100 tahun ke depan. BUMN harus bisa kita wariskan ke anak, cucu, cicit kita dalam keadaan sehat, berdaya saing tinggi, dan siap mengemban tugas sebagai agen pembangunan negeri," pungkas Rini.

Penandatanganan Nota Kesepahaman


Pada momen ini pula Menteri BUMN Rini M. Soemarno dan para Pejabat Kementerian BUMN menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman Kerja Sama Pengembangan dan Pembangunan Gedung Danareksa dan Telkom yang Terintegrasi Dengan Gedung Kementerian BUMN.

Nota Kesepahaman ini ditandatangani oleh Direktur Utama PT Danareksa (Persero) Heru D. Adhiningrat, Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk Alex J. Sinaga, dan Direktur Utama PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk Tumiyana di Halaman Depan Gedung Kementerian BUMN, Jumat, 13/04.

Nota Kesepahaman ini dimaksudkan sebagai pedoman  perencanaan dan persiapan serta pelaksanaan kerja sama integrasi gedung Danareksa, Telkom dan Kementerian BUMN, serta membangun kemitraan strategis sesuai ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.



*


 
Informasi lebih lanjut:
Ferry Andrianto
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol
Telp. 021-29935678 ext 1107
HP. 081213569399
Email: ferry.andrianto@bumn.go.id

Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Berita KBUMN
Kiprah BUMN Membangun Negeri
Profil BUMN Indonesia Tahun 2017
Prescon SMT I 2017
Renstra 2019

Social Media Bumn