Kunjungan Menteri BUMN ke Sentani

Oleh Kementerian BUMN 12 Januari 2018 14:08:31 WIB Di Lihat : 33

SIARAN PERS

Nomor: PR-04/S.MBU.3/01/2018

Bagian Humas dan Protokol Gedung Kementerian BUMN Lantai 3

Jalan Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

Telepon (021) 29935678, Faksimile (021) 29935775

 

Berkunjung ke Sentani, Menteri Rini Dorong BUMN Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Papua

 

Sentani, 12 Januari 2018 – Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melakukan upaya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah Papua. Hal itu ditegaskan Menteri BUMN Rini M. Soemarno saat melakukan kunjungan kerja ke Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (12/1/2018).

Dalam kesempatan itu, Rini meninjau layanan navigasi udara di Bandara Udara Internasional Sentani. Selanjutnya Rini juga menyambangi Rumah Kreatif BUMN dan menyerahkan bantuan bagi pemberdayaan masyarakat Papua. Hadir pula Sekretaris Kementerian BUMN Imam A Putro, Deputi Bidang Usaha Jasa Keuangan, Jasa Survei dan Konsultan Gatot Trihargo, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso, Direktur Utama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (LPPNPI) Novie Riyanto Rahardjo, Direktur Utama Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Suprajarto, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Sulaiman A Arianto dan sejumlah pejabat pimpinan daerah setempat.

Kunjungan Menteri Rini ke Bandara Udara Internasional Sentani merupakan dukungan pemerintah dalam mendorong peningkatan konektivitas dan peningkatan kualitas layanan udara bagi masyarakat di Provinsi Papua. Perum LPPNPI (AirNav) sebagai BUMN yang menyelenggarakan pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia terus meningkatkan investasi demi meningkatkan kualitas keamanan dan kenyamanan dalam navigasi penerbangan di Papua.

Layanan navigasi penerbangan di Bandara Sentani ditingkatkan dari sebelumnya non-radar menjadi radar service sejak 18 Agustus 2016. Keuntungan dari peningkatan radar service ini adalah pemanduan lalu lintas penerbangan dilakukan melalui instrumen prosedur dan teknologi mutakhir, sehingga dapat meningkatkan keselamatan dan efisiensi penerbangan.

AirNav Indonesia pada tahun 2017 juga telah melakukan instalasi  teknologi Automatic Dependent Surveillance Broadcast (ADS-B) di tujuh lokasi di Papua antara lain Jayapura, Senggeh, Borome, Oksibil, Dekai, Wamena dan Elelim. Pemasangan receiver ADS-B di tujuh remote ground station, dengan pusat di Sentani, Jayapura akan mencakup wilayah udara Jayapura, Wamena dan Oksibil dengan cakupan sekitar 180 ribu kilometer persegi. Program ini mencakup penggunaan panel surya dan komunikasi satelit dimana ADS-B akan memberikan cakupan pengawasan tambahan dan mengisi kesenjangan dalam jangkauan radar hari ini.

Rini mengungkapkan, investasi-investasi yang terus dilakukan oleh AirNav  menunjukkan komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat. Dengan penggunaan teknologi yang semakin mutakhir, kualitas layanan akan semakin meningkat dan pada akhirnya dapat mendorong percepatan konektivitas udara di wilayah Papua dan sekitarnya. “Saya mengapresiasi berbagai upaya yang terus dilakukan AirNav sebagai BUMN yang menyelenggarakan pelayanan navigasi penerbangan udara. Ini semakin menunjukkan komitmen kita sebagai BUMN yang terus bekerja keras memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” katanya.

Selain peningkatan investasi dalam penggunaan teknologi, AirNav Indonesia telah meningkatkan runway capacity di Bandara Sentani dari 19 movement/hour menjadi 32 movement/hour. AirNav Indonesia juga menerapkan performance-based navigation (PBN) yakni prosedur navigasi penerbangan dengan menggunakan teknologi mutakhir. Kelebihan dari PBN adalah mampu memangkas jarak terbang maupun separasi antar pesawat, meningkatkan kapasitas ruang udara meningkatkan keselamatan dan efisiensi penerbangan dan menghemat konsumsi bahan bakar pesawat.

Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan penyelenggaraan layanan udara, BUMN seperti PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersinergi dengan AirNav Indonesia dalam bentuk penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penggunaan sebagian Properti milik BUMN tersebut sebagai Lokasi Penempatan Peralatan Navigasi Penerbangan Untuk Mendukung Konektivitas Ruang Udara Papua.

Dalam PKS ini, Bank Himbara memberikan dukungan dalam bentuk penyediaan tempat untuk perlengkapan navigasi AirNav pada properti milik BNI di Papua. Penempatan alat-alat navigasi AirNav tersebut dilakukan dengan jaminan dari BUMN tersebut agar tidak ada gangguan terhadap operasional BNI dalam melayani nasabahnya.

 

BUMN Hadir Bagi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Papua

Setelah melakukan tinjauan ke Bandara Sentani, Menteri BUMN beserta rombongan melanjutkan perjalanan ke salah satu Rumah Kreatif BUMN (RKB) yang terletak di Jl. Raya Sentani Kelurahan Sentani Kota, Kecamatan Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

RKB yang dibangun oleh BNI merupakan bentuk dukungan pemerintah dalam mendorong peningkatan pemberdayaan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Papua. Jumlah UKM yang tercatat (Listed) di RKB Sentani saat ini tercatat sebanyak 74 UKM dimana 24 UKM diantaranya telah naik kelas dan terdaftar di salah satu situs belanja online, belanja.com

Rumah Kreatif BUMN akan mendampingi dan mendorong para pelaku UKM dalam menjawab tantangan utama pengembangan usaha UMKM dalam hal peningkatan kompetensi, peningkatan akses pemasaran dan kemudahan akses permodalan. RKB pada akhirnya juga dapat mengembangkan kapasitas pelaku UMKM menjadi bagian dari Digital Economy Ecosystem.

“Kehadiran RKB di Sentani Papua merupakan dukungan BUMN bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Sentani dan sekitarnya. Ini merupakan wadah yang mampu merangkul pelaku UMKM yang tidak hanya saja dilakukan pendampingan tetapi juga dapat didorong untuk “naik kelas” yang tentunya diharapkan produk-produk lokal yang dihasilkan bisa dipasarkan tidak hanya di sekitar Papua tetapi juga di wilayah lain. Semoga semakin banyak UKM yang terdaftar di RKB di sini maupun di RKB-RKB lainnya di wilayah Papua,” tegas Rini.

Hingga Desember 2017, BNI telah membangun sejumlah 6 RKB di Provinsi Papua dan Papua Barat yaitu, RKB Jayapura, RKB Fak Fak, RKB Raja Ampat, RKB Biak Numfor, RKB Supiori dan RKB Kepulauan Yapen. Jumlah UKM yang terdaftar (listed) tercatat sebanyak 104, dengan rincian sebanyak 42 UKM di RKB Biak, 34 UKM di RKB Fak Fak, 24 UKM di Jayapura, 1 UKM di Superiori dan 1 RKB Kepulauan Yapen. Dalam prosesnya, BNI telah melakukan go modern, go digital, dan go online di RKB-RKB yang telah dibangun. Dalam go modern misalnya, RKB BNI di Jayapura telah melakukan pelatihan kepada pelaku usaha UMKM dengan tidak melepas kearifan lokal seperti pelatihan pembuatan mi berbahan dasar sagu.

Sampai dengan Desember 2017, BNI juga telah membangun 44 RKB dengan jumlah UKM dengan jumlah 164.178 UKM telah terdaftar di rkb.id, 1.123 UKM terdaftar di blanja.com dan telah menghasilkan 3.564 produk, 1.232 transaksi dan Rp418,48 juta Gross Merchandise Value (GMV).

 

Pemberdayaan Masyarakat Papua

Dalam mendorong pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua, BUMN yang terlibat dalam kunjungan kerja di Papua menyalurkan bantuan sebesar Rp5,4 Miliar yang secara simbolis diberikan langsung oleh Menteri Rini.

Bantuan yang diberikan antara lain dalam bentuk beasiswa pendidikan, perbaikan sarana dan prasarana umum, perbaikan rumah ibadah dan bahan kebutuhan pokok, namun sebagian besar (Rp3,5 Miliar) dari total bantuan tersebut dialokasikan untuk pendidikan.

Bantuan beasiswa diberikan oleh AirNav Indonesia kepada putra-putri terbaik Papua untuk diberikan pendidikan basic air traffic services, sehingga saat lulus dapat langsung diangkat menjadi karyawan AirNav Indonesia yang akan ditempatkan di bandara-bandara Papua yang saat ini layanan navigasi penerbangannya dikelola oleh AirNav.

Selain dana beasiswa, AirNav Indonesia juga memberikan bantuan sarana dan prasarana umum senilai Rp735 juta. Dana bantuan disalurkan untuk warga di sekitar Bandara Sentani dan Rp50 juta untuk perbaikan gereja di Sentani, serta Rp150 juta dalam bentuk paket sembako bagi warga yang membutuhkan. HIMBARA juga menyalurkan dana senilai Rp1 miliar untuk program bina lingkungan di tanah Papua.

***

 

Informasi lebih lanjut:


Ferry Andrianto

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol

Telp. 021-29935678 ext 1107

Email: ferry.andrianto@bumn.go.id

Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Berita KBUMN
Prescon SMT I 2017
Peluang Investasi di Proyek BUMN
Renstra 2019
Peluang Investasi di Proyek BUMN
Renstra 2019

Social Media Bumn