PMN Untuk Dukung Program Strategis Nasional

Oleh Kementerian BUMN 14 September 2017 10:53:08 WIB Di Lihat : 39

Jakarta- Kementerian BUMN menggelar Bincang Santai dengan Awak Media dan Forum Wartawan BUMN mengenai Realisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) Semester 1 Tahun 2017.

Hadir sebagai narasumber, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro (kiri pertama), Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Aloysius K. Ro (tengah) dan Wahyu Kuncoro Deputi Bidang Usaha Industri Agro dan Farmasi (kanan pertama), Selasa, 12 September 2017 di Lantai 21 Gedung Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan 13 Jakarta.

Imam Apriyanto Putro dalam sambutan pembuka mengatakan, bahwa Alokasi PMN Tahun 2015 dan Tahun 2016 diberikan dalam rangka untuk mendukung program strategis nasional. “Pada Tahun 2016, alokasi PMN diberikan kepada14 BUMN,berdasarkan Agenda Prioritas Nasional seperti Program Kedaulatan Pangan oleh  Perum Bulog dan PT Pertani, Program Kemandirian Energi oleh PT PLN, Program pembangunan infrastruktur dan maritim oleh PT Jasa Marga, PT Hutama Karya,  PT Wijaya Karya, PT Pembangunan  Perumahan, PT Angkasa Pura II,  Perum Perumnas dan Program Kemandirian Ekonomi Nasional oleh PT Askrindo dan Perum Jamkrindo serta Program Pengembangan Industri Strategis oleh PT Krakatau Steel, PT Industri Kereta Api, dan PT Barata Indonesia,” tutur Imam A Putro.

Selama Tahun 2009-2017, Kontribusi BUMN terhadap Penerimaan Negara sebesar Rp 1.795 T lebih besar dari total penambahan PMN kepada BUMN sebesar Rp 103 T. Penggunaan PMN BUMN Tahun 2015  mencapai 60% dari  total  alokasi  PMN  pada  tahun  2015  sebesar Rp 41,2 triliun, penggunaan PMN yang telah terealisasi adalah sebesar Rp24,9 trilun (60%) dari total alokasi dan Pada Tahun 2016, penggunaan PMN mencapai 21% Dari total alokasi sebesar Rp 41,8 triliun kepada BUMN, sebesar Rp 8,9triliun telah direalisasikan atau 21% dari alokasi.

Sebelumnya, Aloysius K. Ro Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN mengatakan bahwa cara mengajukan PMN, lebih dahulu mengajukan usulan dan diserahkan ke DJKN lalu di bahas bersama-sama di Komisi VI DPR RI selaku Mitra Kerja, kemudian akan dilakukan kajian bersama mengenai proyek, nilai dan jadwalnya.

Untuk diketahui, kata Aloy bahwa pemberian PMN sebagai modal kerja untuk investasi. Diharapkan suntikan modal itu kemudian mendorong kinerja perusahaan.

"Investasi itu bukan seperti kredit modal kerja. PMN itu suntikan modal yang kemudian diharapkan dibarengi dengan leverage utk kemudian kita lakukan investasi,"tegasnya.

 Humas Kementerian BUMN

Kategori Berita KBUMN
Sub Kategori Berita BUMN
Prescon SMT I 2017
Peluang Investasi di Proyek BUMN
Renstra 2019
Peluang Investasi di Proyek BUMN
Renstra 2019

Social Media Bumn