Siaran Pers Peresmian SUMO

Oleh Kementerian BUMN 22 Desember 2017 09:32:36 WIB Di Lihat : 11

SIARAN PERS

Nomor: PR-54/S.MBU.3/12/2017

Bagian Humas dan Protokol Gedung Kementerian BUMN Lantai 3

Jalan Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110

Telepon (021) 29935678, Faksimile (021) 29935775

 

 

Tiga Seksi Terakhir Diresmikan, Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Kini Rampung Beroperasi

 

SURABAYA, 19 Desember 2017 – Pemerintah kembali menunjukkan komitmen dalam mendorong konektivitas dan percepatan pemerataan ekonomi masyarakat khususnya di Pulau Jawa. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peresmian Tiga Seksi terakhir dari Ruas Jalan Tol Surabaya – Mojokerto oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang berlangsung di Gerbang Tol Warugunung, Provinsi Jawa Timur pada Rabu (19/12).

Ketiga seksi  jalan tersebut adalah Seksi IB yang menghubungkan wilayah Sepanjang- WRR dengan panjang 4,3 km, Seksi II yang menghubungkan antara WRR – Driyorejo dengan panjang 5,1 km dan Seksi III yang menghubungkan antara Driyorejo – Krian dengan panjang 6,1 km.

Peresmian tiga seksi ruas jalan tol ini menandai berakhirnya pengerjaan proyek Jalan Tol Surabaya –Mojokerto yang secara keseluruhan terdiri dari lima seksi  dengan total panjang jalan tol mencapai 36,27 km, dimana dua seksi sebelumnya yaitu Seksi IA dan Seksi IV telah beroperasi di tahun 2011 dan 2016. Seksi IA dibangun untuk menghubungkan Waru – Sepanjang dengan panjang 2,3 km, sementara  Seksi IV dibangun untuk menghubungkan Krian – Mojokerto dengan panjang 18,47 km.

Hadir dalam peresmian jalan tersebut, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini M. Soemarno, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Desi Arryani, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk Bintang Perbowo, Direktur  PT Jasamarga Surabaya Budi Pramono dan sejumlah pejabat pimpinan daerah setempat.

Dalam sambutannya, Presiden RI mengatakan bahwa dengan bertambahnya jalan tol operasi maka daya saing negara Indonesia semakin tinggi. “Jika stok infrastruktur kita masih rendah dan stok infrastruktur negara lain lebih tinggi, artinya kita akan kalah bersaing dan mengakibatkan produk-produk kita lebih mahal. Inilah mengapa infrstruktur sangat penting untuk menjawab ketimpangan ekonomi daerah yang terjadi karena tidak adanya pemerataan pembangunan akibat tidak adanya konektivitas,” ujarnya.

Rini mengungkapkan, pembangunan Tol Surabaya – Mojokerto merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan harapan masyarakat Jawa Timur dalam rangka mendorong konektivitas maupun kelancaran aktivitas perekonomian di wilayah tersebut. Dengan beroperasinya seluruh seksi Jalan Tol Surabaya – Mojokerto diharapkan dapat memperlancar arus distribusi barang dan jasa di tengah tingginya mobilitas masyarakat Jawa Timur khususnya dan Pulau Jawa pada umumnya.

“Saya ucapkan selamat atas beroperasinya Tiga Seksi di ruas Jalan Tol Surabaya-Mojokerto Jawa Timur ini. Kita bersyukur  bahwa Jalan Tol ini telah sepenuhnya beroperasi yang artinya pemerintah betul-betul menunjukkan komitmen dan keseriusannya dalam mendorong konektivitas maupun pemerataan ekonomi di Pulau Jawa. Saya mengapresiasi kerja keras dan kontribusi semua pihak, baik dari pengelola, masyarakat dan segenap pemangku kepentingan yang telah mewujudkan cita-cita pemerintah yang juga merupakan cita-cita kita bersama,” katanya.

Kehadiran Jalan Tol Jalan Tol Surabaya – Mojokerto diharapkan juga dapat mengurangi volume kepadatan lalu lintas di jalan nasional (rute Surabaya – Mojokerto) terutama menjelang Natal dan Tahun Baru 2018, dimana keberadaan tol ini bisa menjadi alternatif lain bagi masyarakat dalam mendukung mobilitas di liburan panjang selama akhir tahun.

Rini juga menegaskan, kehadiran Tol Surabaya – Mojokerto  juga semakin memantapkan cita-cita dan realisasi program pemerintah dalam membangun Tol Trans Jawa. Tol Surabaya – Mojokerto merupakan satu dari 10 Jalan Tol yang menjadi program pemerintah hingga 2019 dengan total keseluruhan mencapai 800 km hingga tahun 2019.

“Dengan beroperasinya seluruh seksi Jalan Tol Surabaya Mojokerto, berarti semakin menghubungkan proyek Jalan Tol Trans Jawa yang akan membentang dari Merak hingga Banyuwangi. Jalan Tol Surabaya Mojokerto diharapkan dapat memperlancar arus distribusi barang dan jasa, serta meningkatkan perekonomian Indonesia khususnya di Pulau Jawa,” kata Desi.

Sebagai informasi, Jalan Tol Surabaya-Mojokerto membentang dari Kota Surabaya hingga Kota Mojokerto dan melewati empat kabupaten/kota. Ruas Tol ini dikelola oleh PT Jasamarga Surabaya Mojokerto (PT JSM) yang merupakan anak usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Nilai investasi jalan tol yang melewati 4 wilayah kota/kabupaten ini sebesar Rp 4.98 Triliun dengan kepemilikan mayoritas saham sebesar 55% oleh PT Jasa Marga Tbk, 25% oleh PT Moeladi dan 20% oleh PT Wijaya Karya Tbk. Pada masa konstruksinya, proyek Jalan Tol Surabaya-Mojokerto telah menyerap jumlah tenaga kerja sebanyak 867 orang .

 

Informasi lebih lanjut:

Ferry Andrianto

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol

Telp. 021-29935678 ext 1107, Email: ferry.andrianto@bumn.go.id

Kategori Siaran Pers
Sub Kategori Berita KBUMN
Dokumentasi BUMN Hadir Untuk Negeri Tahun 2018
Sinergi Wujudkan Pembangunan Negeri Berkelanjutan
4 Tahun Prestasi BUMN
Kinerja BUMN Tahun 2017 Update
Kiprah BUMN Membangun Negeri
Profil BUMN Indonesia Tahun 2017
Renstra 2019

Social Media Bumn