Bandara Soekarno-Hatta Raih Penghargaan Skytrax

Oleh Kementerian BUMN 15 Maret 2017 10:50:54 WIB Di Lihat : 46

Jakarta, 15 Maret 2017 – Industri penerbangan Indonesia kembali berkibar di dunia internasional setelah Bandara Internasional Soekarno-Hatta ditetapkan sebagai pemenang kategori The World’s Most Improved Airport 2017 dalam ajang World Airport Awards yang diselenggarakan oleh Skytrax.

Berada di peringkat pertama Bandara Internasional Soekarno-Hatta melewati pencapaian Bandara Hamad Doha di peringkat kedua, lalu berturut-turut peringkat ketiga hingga sepuluh: Bandara Houston, Delhi, Haikou Meilan, Guangzhou, Phoenix, Tokyo Narita, Paris Charles  de Gaulle, dan Los Angeles. Seiring dengan keberhasilan meraih penghargaan ini, peringkat Bandara Internasional Soekarno-Hatta di The World’s Top 100 Airport pun naik menjadi berada di posisi ke 44 dari sebelumnya 63.

Penghargaan pemenang The World’s Most Improved Airport 2017 secara langsung diterima oleh President Director PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin dari CEO Skytrax Edward Plaisted dalam ajang World Airport Awards yang digelar di Passenger Terminal EXPO, Amsterdam, Belanda, pada 14 Maret 2017 waktu setempat, atau 15 Maret 2017 waktu Indonesia. 

Seperti diketahui, penghargaan The World’s Most Improved Airport adalah salah satu kategori di dalam World Airport Awards yang merupakan salah satu ajang paling prestisius di industri kebandarudaraan global.

Para pemenang dalam ajang penghargaan ini ditentukan berdasarkan The Skytrax World Airport Survey yakni survei independen terhadap 13,82 juta responden dari 105 negara yang dilakukan di 550 bandara seluruh dunia pada Juli 2016 hingga Februari 2017, di mana survei ini mengevaluasi pengalaman traveller terhadap fasilitas dan produk bandara dari mulai check-in, kedatangan, transit, belanja, keamanan dan imigrasi, hingga ke gate keberangkatan.

Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Muhammad Awaluddin mengatakan, “Merupakan suatu kebanggaan bagi kami karena Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil meraih penghargaan The World’s Most Improved Airport dari Skytrax, yang tidak lain adalah lembaga terpandang di dunia aviasi. Penghargaan ini kami persembahkan bagi Indonesia, industri penerbangan nasional, dan seluruh stakeholder yang telah mendukung kemajuan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.”

“Penghargaan dari Skytrax ini semakin memacu AP II untuk berbuat lebih baik lagi, menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan bandara-bandara lain di bawah lingkungan perusahaan sebagai bandara yang dapat mengharumkan nama bangsa, serta berkontribusi dalam pertumbuhan perekonomian dan pengembangan pariwisata. The World’s Most Improved Airport ini adalah pencapaian awal dari target kami yang lebih besar, yakni menjadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebagai bandara terbaik,” jelas Muhammad Awaluddin.

CEO Skytrax Edward Plaisted menuturkan, “Kami mengucapkan selamat kepada Bandara Internasional Soekarno-Hatta atas kesuksesannya dalam memenangkan penghargaan terpenting di bidang kepuasan pelanggan ini. Penghargaan ini menggarisbawahi seberapa besar upaya Bandara Internasional Soekarno-Hatta terus melakukan peningkatan standar, diantaranya melalui Terminal 3. Terpilih sebagai The World’s Most Improved Airport adalah pencapaian yang sangat baik.”

Terminal 3 tidak dipungkiri merupakan salah satu faktor keberhasilan Bandara Internasional Soekarno-Hatta meraih penghargaan Skytrax ini. Mulai dioperasikan sebagian pada 9 Agustus 2016, Terminal 3 saat ini baru melayani penerbangan domestik Garuda Indonesia. Pada April 2017, AP II akan kembali mengoperasikan sebagian area Terminal 3 untuk penerbangan internasional Garuda Indonesia. Pada akhir tahun ini, seluruh area Terminal 3 ditargetkan dapat beroperasi sepenuhnya untuk melayani penerbangan domestik Garuda Indonesia dan semua penerbangan internasional.

Saat beroperasi penuh nanti, Terminal 3 secara resmi menjadi terminal penumpang pesawat terbesar dan terluas di Indonesia yang dapat menampung hingga 25 juta orang, serta dilengkapi dengan fasilitas dan sistem teknologi informasi termodern. Adapun diperkirakan pada tahun 2017, jumlah pergerakan penumpang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta mencapai 60 juta orang.

Selain Terminal 3, rencana pengembangan infrastruktur lainnya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta adalah fasilitas kereta antarterminal atau Skytrain, stasiun kereta bandara, cargo village, integrated building, east cross taxiway, runway ketiga, serta revitalisasi Terminal 1 dan 2.

Adapun seluruh infrastruktur di Bandara Internasional Soekarno-Hatta juga akan didukung oleh sistem teknologi informasi terkini baik itu untuk peningkatan aspek pelayanan kepada penumpang pesawat atau pelanggan maupun untuk efektifitas serta efisiensi operasional.***

 Biro Umum dan Humas

Kategori Berita KBUMN
Sub Kategori Berita BUMN
Renstra 2019
Peluang Investasi di Proyek BUMN
Renstra 2019
Peluang Investasi di Proyek BUMN
Renstra 2019

Social Media Bumn