Bio Farma Pertahankan Bangunan Heritage

BANDUNG- PT Bio Farma tetap mempertahankan bangunan utama yang termasuk cagar budaya atau heritage yang terletak di Jalan Pasteur Kota Bandung.

"Pengembangan kawasan dengan pembangunan gedung baru untuk pabrik vaksin tidak akan mengubah atau mengusik bangunan utama yang merupakan cagar budaya," kata Kepala Humas PT Bio Farma, Nurlaela di Bandung, Senin (28/2).

Menurut Lela, perusahaan vaksin itu memang tengah menyiapkan pembangunan gedung baru di kawasan itu untuk pengembangan vaksin flu burung atau avian influenza di salah satu sudut kawasan pabrik vaksin nasional itu.

Namun pihaknya konsisten tidak akan mengusik bangunan utama yang terletak di tengah-tengah kompleks pabrik vaksin di sana.

"Bangunan itu merupakan ciri khas dari Bio Farma dan tetap kami pertahankan, tidak ada perubahan hanya dilakukan pemeliharaan saja sehingga tetap terawat," katanya.

Bangunan cagar budaya itu kini digunakan untuk kantor jajaran direksi BUMN farmasi tersebut.

Bangunan yang berdiri pada 1926 dan dirancang oleh arsitek Wolf Schomecker tersebut merupakan salah satu dari 26 bangunan cagar budaya yang mendapatkan "Heritage Award".

"Pembangunan pabrik vaksin baru memang butuh lahan untuk bangunan baru, namun tidak akan mengubah bangunan heritage itu," kata Lela.

Saat ini produsen vaksin tersebut tengah fokus membangun pabrik vaksin flu burung, sedangkan lokasi bahan baku telur ayam sebagai media pembuatan vaksin itu telah berdiri di kawasan Cisarua Kabupaten Bandung Barat.

Hingga saat ini Bio Farma telah menjadi produsen vaksin dunia yang diakui oleh WHO dengan produk vaksin antara lain vaksin anti tetanus, difteri, polio, campak, hepatitis dan vaksin combo atau seasonal flu. (ant/hrb)

sumber : http://www.investor.co.id/home/bio-farma-pertahankan-bangunan-heritage/6604


Kategori Galery