Bio Farma Menandatangani Nota Kerjasama Sinergi Penelitian &amp; Pengembangan Vaksin<!--:-->

Jakarta (25/01) – Bio Farma memulai rencana kerja tahun 2012 bersinergi bersama dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) serta Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) melalui penandatanganan nota kerjasama sinergi penelitian dan pengembangan vaksin pada Rabu, 25 Januari 2012 di Ruang dr. J. Leimena Lt. 2, Gedung C, Kementerian Kesehatan, Jakarta. Selain penandatanganan nota kerjasama dalam acara tersebut juga akan diserahkan prototype vaksin AI dari Universitas Indonesia kepada Menristek, kemudian dari Menristek kepada Menkes yang selanjutnya akan diserahkan kepada Bio Farma. Menurut Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Iskandar, penyerahan prototipe vaksin AI ini merupakan bentuk dukungan awal dari pemerintah kepada Bio Farma dalam rangka mewujudkan percepatan riset vaksin melalui penelitian dan pengembangan dalam rangka mendukung Dekade Vaksin 2020. Langkah awal ini sekaligus mewujudkan kontribusi negara terkait kasus flu burung yang kembali mewabah dimana Indonesia merupakan salah satu negara endemik. Selain, penyerahan prototype vaksin AI diselenggarakan pula penandatanganan nota kerjasama dalam rangka mengurangi ketergantungan Indonesia kepada pihak luar negeri terkait bahan baku untuk memproduksi vaksin. Dalam penandatanganan ini melibatkan 16 pihak sinergi Academic, Business, dan Government (ABG), yaitu pihak akademik diwakili oleh UI, ITB, Unpad, UGM, Universitas Sebelas Maret, Universitas Al Azhar Indonesia, Unhas dan Unair; pihak Business diwakili oleh Bio Farma dan Indofarma; sedangkan pihak pemerintah diwakili oleh Kemenkes, Kemenristek, BPPT, Balitbangkes, LIPI, Lembaga Eijkman, dan KIN. Saya sangat berharap dengan penandatanganan nota kerjasama ini, mampu mempercepat proses penelitian dan pengembangan vaksin. Dimana, untuk memproduksi satu jenis vaksin saja memakan waktu kurang lebih 15 tahun mulai dari proses awal sampai dengan proses akhir, ungkap Iskandar. Bio Farma sangat berharap melalui sinergi ABG ini menghasilkan short cut untuk mempercepat riset vaksin. Langkah awal short cut kembali dijajaki pada tahun ini melalui sinergi ABG yang dilakukan oleh Bio Farma dengan menyelenggarakan kembali Forum Riset Vaksin Nasional (FVRN). FVRN merupakan program lanjutan dari Simposium Kemandirian Riset Vaksin Nasional pada tahun lalu yang telah menghasilkan delapan konsorsium untuk penelitian dan pengembangan riset vaksin masa depan, seperti vaksin dengue, vaksin malaria, vaksin rotavirus, vaksin influenza, vaksin New TB, delivery system, dan kebijakan. FVRN ini rencananya akan diselenggarakan pada bulan Agustus 2012 dalam rangka HUT Bio Farma ke-122 tahun, hal ini diungkap oleh Direktur Utama disela-sela menghadiri acara di Jakarta. Kemajuan penelitian dan pengembangan dari hasil FVRN pertama yang mengalami kemajuan sangat signifikan terjadi pada konsorsium vaksin new TB dan vaksin dengue. Vaksin New TB sendiri telah dikembangkan sejak tahun 2009 dengan menggunakan platform teknologi terbaru. Konsorsium ini terdiri dari beberapa orang yang berasal dari berbagai universitas dan lembaga penelitian baik dalam maupun luar negeri yang memiliki kepedulian  dan tanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan penyediaan vaksin. Salah satu langkah yang telah Bio Farma lakukan selama 122 tahun ini dalam mewujudkan world class company dengan mengirimkan kebutuhan vaksin ke 117 negara khususnya negara-negara berkembang di seluruh dunia dan memenuhi kebutuhan vaksin dalam negeri. Kebijakan riset dan pengembangan yang dilakukan oleh Bio Farma dicapai melalui  inovasi  produk baru dan diversifikasi produk yang disesuaikan dengan kebutuhan pemenuhan program pemerintah serta mempertimbangkan kebutuhan WHO dan UNICEF untuk program imunisasi global. Dalam rangka mewujudkan world class company, Bio Farma telah menjalin beberapa kerjasama dalam menghasilkan sinergi untuk mendukung inovasi produk nasional di bidang penelitian, pengembangan, transfer teknologi vaksin dengan perguruan tinggi nasional, lembaga litbangkes, pemerintah serta beberapa lembaga peneliti asing, seperti JPRI, Virginia Tech, Lipotek, MCRI, Bionet, Biken, dan IWATE. Rencana Kerja Tahun 2012 Pada tahun 2012 ini, Bio Farma ditunjuk sebagai tuan rumah penyelenggaraan 13th Annual General Meeting DCVMN (Developing Countries Vaccine Manufacturers Network) pada 31 Oktober – 2 November 2012 di, Denpasar - Indonesia. DCVMN adalah aliansi kesehatan strategis yang berbasis excellence dari beberapa produsen vaksin di negara-negara berkembang yang mengembangkan vaksin berkualitas dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan oleh negara-negara berkembang. Anggota DCVMN ini terdiri atas 26 produsen vaksin dari 14 negara. Bio Farma merupakan salah satu pelopor pendirian DCVMN pada tahun 1999 dan presiden pertama DCVMN adalah salah satu Direktur Utama PT Bio Farma (Persero), saat itu alm. Thamrin Poeloengan. Saat ini, Bio Farma pun termasuk dalam steering committee DCVMN yang diwakili oleh Direktur Produksi PT Bio Farma (Persero), Mahendra Soehardono. Penyelenggaraan pertemuaan ini dalam rangka menghadapi tantangan pandemic penyakit baru yang muncul dan mengantisipasi penyakit lama yang masih memerlukan teknologi inovatif dan efektif untuk pencegahan. sumber : PR PT Bio Farma (Persero)

Kategori Galery