Terlalu Strategis untuk Negara, PT Bio Farma Tidak Dijual<!--:-->

JAKARTA-Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menegaskan tidak akan melepas kepemilikan PT Bio Farma kepada siapa pun. Sebab, perusahaan yang memproduksi vaksin tersebut memiliki peran yang sangat strategis untuk negara. Demikian diungkapkan Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan di Jakarta, Jumat (20/1). ’’Tidak akan dilepas. Tidak akan. PT Bio Farma terlalu strategis untuk negara,’’ tegas Dahlan. Keputusan ini tentunya memupuskan niat keluarga Kesultanan Brunei Darussalam yang berminat membeli PT Bio Farma. Penawaran dari Kesultanan Brunei untuk membeli saham perusahaan yang berpusat di Bandung tersebut sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu. Bahkan, negara kaya tersebut menawarkan pembiayaan untuk pembangunan pabrik baru. Menurut Dahlan, jika ada investor yang ingin membeli BUMN bidang farmasi, sebaiknya mengalihkan targetnya ke perusahaan lain. Misalnya Kimia Farma dan Indo Farma. ’’Kalau ada investor yang mau masuk ke Kimia Farma dan Indo Farma kami silakan,’’ ujar mantan CEO Jawa Pos tersebut. Sekadar diketahui, pendapatan PT Bio Farma 2011 lalu mencapai Rp 1,3 triliun. Sedangkan laba bersih perseroan mencapai Rp 304 miliar. Tahun ini, perusahaan plat merah tersebut menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 350-400 miliar. Saat ini Bio Farma hanya memiliki satu pabrik di Bandung dengan kapasitas produksi 1,7 miliar vaksin per tahun. Kapasitas ini menjadikan PT Bio Farma menguasai 0,06 persen pasar vaksin dari 225 produsen seluruh dunia. Pabrik tersebut merupakan yang terbesar di Asia Tenggara. Direktur Utama PT Bio Farma Iskandar mengakui jika ada keluarga Kesultanan Brunei yang ingin membeli saham perusahaan farmasi tersebut. Beberapa waktu belakangan ini, PT Bio Farma kesulitan untuk mendapatkan pendanaan.’’Salah satu kendala industri seperti PT Bio Farma saat membuka pabrik baru adalah masalah pendanaan. Karena setelah 5 tahun berdiri pun belum tentu pabrik tersebut bisa langsung menjual vaksin. Paling tidak hingga 10 tahun baru bisa. Itu sebabnya saat mengajak investor mereka sering tidak kuat,’’ katanya. Mengenai rencana akuisisi tersebut, lanjut Iskandar, diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah selaku pemegang saham. Apapun yang diputuskan akan diterima perseroan. (cdl)

Kategori Galery