Executive Profile

PROFIL MANAGEMENT

Komisaris

 

Farid Wadjdi Husain

Komisaris Utama

Lahir di Soppeng, Sulawesi Selatan, 9 Maret 1950 (68 tahun). Pendidikan terakhir ditempuh di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin memperoleh gelar Spesialis Bedah Digestif (1984).

Sebelumnya memperoleh gelar Spesialis Bedah di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (1981) dan Lulusan Dokter Umum di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin.

Dasar hukum penunjukkan sebagai Komisaris Utama PT Bio Farma (Persero) berdasarkan SK Nomor : SK – 102/MBU/04/2018 tanggal 20 April 2018.

Saat ini Beliau masih menjabat sebagai Dewan Pengawas Rumah Sakit Wahidin Sudiro Husodo sejak tahun 2016, selain itu Beliau juga masih menjabat sebagai Ketua Pimpinan Pusat PMI Jakarta sejak tahun 2015.

Sebelumnya Beliau menjabat sebagai Komisaris Utama / Komisaris Independen PT Kimia Farma (Tbk) (2015 – 2018), Komisaris Independen PT Kimia Farma (Tbk) (2013-2015), Komisaris Utama PT Askes (Persero) dan Utusan Khusus Presiden RI untuk Misi Perdamaian Papua. Selain itu belia juga pernah menjabat berbagai posisi penting lainnya antara lain : Direktur Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan (2005-2010), Deputi Menteri Koordinator Kesehatan Rakyat Bidang Koordinasi Kesehatan dan Lingkungan Hidup (2002-2005), Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Kesehatan Rakyat Bidang Peran Serta Masyarakat (2001-2002), Direktur Utama Rumah Sakit Islam Faisal Makassar (1995-2002), dan Staf Pengajar / Dosen Staf pengajar/Dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar (1978-2002).

Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya maupun pemegang saham. 

Mohamad Subuh

Anggota Komisaris

Lahir di Pontianak, 19 Januari 1962. Mohamad Subuh menyelesaikan pendidikan School of Medicine di Universitas Indonesia Jakarta Qualification : Medical Doctor pada tahun 1988. Kemudian menyelesaikan  School of Public Administration, Qualification Master Public Policy (MPPM) di University of Southern California pada tahun 1999.

Saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI. Pernah menjabat sebagai Direktur Rumah Sakit Umum  Sultan Syarief Mohamad Alkadrie Kalimantan Barat (2004-2009), Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat (2009-2010), Direktur Pengendalian Penyakit Menular (2010-2013), Sekretaris Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (2013-2014).

Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya maupun pemegang saham. 

 

 

 

Elen Setiadi

Anggota Komisaris

Elen Setiadi lahir di Cerenti pada tanggal 1 September 1971. Menempuh pendidikan sarjana jurusan Hukum Tata Negara di Universitas Andalas Padang, Sumatera Barat pada tahun 1995. Kemudian melanjutkan studi S2 jurusan Regional di Universitas Indonesia, Jakarta (2006). Selain menempuh pendidikan di dalam negeri, beliau juga mengikuti pendidikan dan kursus singkat di luar negeri seperti IMF Regional Training Institute Singapore pada tahun 2006. Sebagai bentuk dari pengabdiannya sebagai Pegawai Negeri Sipil, beliau dianugerahi Satya Lencana X Tahun pada tahun 2008.

Sebelum menjabat sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Ekonomi dan Politik, Hukum dan Keamanan Kemenko Perekonomian, beliau pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Komite Percepatan Pembangunan Infrastruktur (2015), Wakil Sekretaris Tim Pelaksana Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (2015), Kepala Biro Hukum, Persidangan dan Hubungan Masyarakat Kemenko Perekonomian (2013-2016), Kepala Bagian Hukum Kemenko Perekonomian (2007), Kepala Bagian Persidangan Kemenko Perekonomian (2006), Kepala Subbagian Pelaksanaan Persidangan (2002-2005), Kepala Subbagian Perundang-undangan (2002) dan Kepala Subseksi Teknis dan Fungsional (2000).

 

Made Arya Wijaya

Anggota Komisaris

Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Lahir di Singaraja, pada 17 Agustus 1965. Usia per 31 Desember 2017 adalah 52 tahun.  Lulus sebagai Diploma III , Sekolah Tinggi Akuntansi Negara, Jakarta (1987) dan Sarjana Ekonomi, Universitas Islam Jakarta (1995), telah menyelesaikan Master of Science in Finance, University of Colorado at Denver, USA pada tahun 2001.

Dasar hukum penunjukan sebagai Komisaris Bio Farma adalah berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor : SK – 102/MBU/04/2018 tanggal 20 April 2018.

Saat ini Beliau masih menjabat sebagai Direktur Harmonisasi Peraturan Penganggaran, Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran, Ditjen Anggaran sejak November 2015 – sekarang, sebelumnya beliau menjabat sebagai Plt. Direktur Harmonisasi Peraturan Penganggaran, Direktorat Harmonisasi Peraturan Penganggaran, Ditjen Anggaran pada September 2014 – November 2015, dan pernah menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat Pengembangan Sistem Penganggaran, Direktorat Sistem Penganggaran, Ditjen Anggaran, 2008-2011. Di awal kariernya, beliau menjabat sebagai Pelaksana, Direktorat Anggaran Lain-lain, Ditjen Anggaran, 1988-1990 dan sebagai Koordinator Pelaksana, Direktorat Anggaran lain-lain, Ditjen Anggaran, 1990-1996.

Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya maupun pemegang saham.

 

Saud Usman Nasution

Anggota Komisaris

 

Warga Negara Indonesia, Lahir di Sigalangan, pada 25 Februari 1958. Usia per 31 Desember 2017 adalah 59 tahun. Lulus sebagai Sarjana Hukum pada tahun 1994 dan Pasca Sarjana, Magister Hukum (2002), telah menyelesaikan Pasca Sarjana, Doktor Hukum pada tahun 2015. Menyelesaikan Pendidikan Polri sebagai Sespati Polri (angakatan VII) pada tahun 2004, dan berbagai Pendidikan Kejuruan salah satunya Sus Jab Kapolres pada tahun 1999.

Dasar hukum penunjukan sebagai Komisaris Bio Farma adalah berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor : SK – 102/MBU/04/2018 tanggal 20 April 2018.

Sebelumnya Beliau pernah menjabat berbagai posisi strategis di Kepolisian Daerah (POLDA) dan Kepolisian Republik Indonesia (POLRI). Selain itu Beliau juga pernah menjabat sebagai Komisaris PT Dahana BUMN, Komisaris PT Cemindo Semen Merah Putih, Komisaris Independen PT SLJ Global Tbk., Komisaris PT Armina Reka Perdana, Komisaris Pengawas DPN Peradi.

Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya maupun pemegang saham.

 

Yuni Suryanto

Anggota Komisaris

Lahir di Yogyakarta, 3 Juni 1964. Memperoleh gelar sarjana S1 Ekonomi jurusan Akuntansidari UGM pada tahun 1990, selanjutnya meraih gelar Master of Business Administration Oklahoma City University, USA pada tahun 1993.

Dasar hukum penunjukkan sebagai Komisaris Utama PT Bio Farma (Persero) berdasarkan SK Nomor : SK – 102/MBU/04/2018 tanggal 20 April 2018.

Mengawali karir sebagai Pj.Kasi Analisis Perencanaan Perusahaan Industri Kimia Departemen Keuangan pada tahun 1997, setelah itu menjabat sebagai Pj. Kasi Industri Kimia & Semen I Departemen Keuangan di Tahun 1998.

Menjabat sebagai Pj.Kasi Semen Departemen Keuangan pada tahun 1999, lalu menjabat PPT Kasubdit Perusahaan Jasa Konsultan Kementerian BUMN di tahun 2000, menjabat sebagai PPT Kasubdit Perkebunan II Kementerian BUMN pada tahun 2001. Menjabat sebagai Pj.Kabid Usaha Perkebunan II Kementerian BUMN di tahun 2002, lalu menjabat Kabid Usaha Perkebunan 1A Kementerian BUMN di Tahun 2006. Dan pada tahun 2013 menjabat Asisten Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik II Kementerian BUMN serta dipercaya sebagai Komisaris PT. Jasa Raharja (Persero).

Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris lainnya maupun pemegang saham.

 

 

 

Direksi

 

M. Rahman Rustan

Direktur Utama

 

Warga Negara Indonesia, berdomisili di Bandung. Lahir di Bandung pada 5 Agustus 1970. Lulus sebagai Sarjana Farmasi dan Apoteker dari Universitas Padjadjaran  Bandung dan Master of Business Administration (MBA) dari ITB, telah menyelesaikan Program Doktoral Management Strategic Universitas Padjadjaran pada 2016.

Bergabung dengan PT Bio Farma (Persero) sejak tahun 1998, pernah menjabat berbagai posisi struktural dan strategis diantaranya sebagai Kepala Bagian Formulasi, Pengemasan, Kepala Bagian Quality Assurance System dan Kepala Divisi Perencanaan dan Pengendalian Produksi. Sejak 2008 sampai 7 Juli 2017 dipercaya sebagai Corporate Secretary.

Dasar hukum Pengangkatan sebagai Direktur Utama adalah sesuai Surat Keputusan Menteri BUMN nomor SK-27/MBU/01/2018 tanggal 23 Januari 2018, tentang Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bio Farma. Dari semula sebagai Direktur Pemasaran menjadi Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) dengan masa jabatan meneruskan sisa masa jabatannya berdasarkan Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-127/MBU/07/2017 tanggal 10 Juli 2017.

Sejak tahun 2009 juga menjabat sebagai Management Representative untuk Integrated Management System ISO 9001, ISO 14001, OHSAS 18001. Dari tahun  2016 sampai dengan sekarang, beliau aktif di Gabungan Pengusaha Farmasi Indonesia, Komite Hubungan Pemerintah dan Kelembagaan. Pada 2010-2011 beliau aktif di Yayasan Indonesian Quality Award (IQAF) sebagai Examiner untuk Malcolm Baldridge Criteria for Excellence. Selain itu Beliau aktif sebagai narasumber dan trainer di berbagai forum dalam dan luar negeri, serta aktif menulis beberapa jurnal internasional.

Beliau juga aktif berorganisasi dan berperan baik tingkat nasional maupun Internasional, diantaranya :

  • 2016 : Chairman of OIC Workshop on Vaccine  Management
  • 2014 – sekarang Vice Chairman OIC Vaccine Manufacturer Group
  • 2012 sd 2017 dilibatkan sebagai delegasi RI untuk pertemuan Internasional bidang Kesehatan di World Health Assembly World Health Organization(WHO) Jenewa dan di forum Organization of Islamic Cooperation (OIC).
  • 2013 sd 2016 Delegasi RI untuk OIC SCH (Steering Committee)
  • Sejak tahun 2012 2010 – 2011 : Web Content Manager, SRVP IDB

Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris maupun pemegang saham
 

 

Pardiman

Direktur Keuangan

 

Warga negara Indonesia, Lahir di Boyolali 14 Februari 1960. mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi Manajemen pada tahun 1987 dari Universitas Dipenegoro, Semarang Jawa Tengah. Pada tahun 2002 mendapatkan gelar Magister Manajemen dari Universitas Dipenegoro, Semarang Jawa Tengah.

Dasar hukum penunjukan sebagai Direktur Keuangan periode kedua adalah Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK – 101/MBU/04/2018 tanggal 20 April 2018. 

Sebelumnya  menjabat sebagai Direktur Keuangan pada Perum Bulog (2017-2018), Beliau juga pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan sekaligus Pelaksana Tugas (Plt) Direktur SDM & Umum PT Petrokimia Gresik (2016-2017)  dan Direktur Funding & Consumer PT Bank BRI (2015-2016).

Keahlian atau kompetensi yang dikuasai adalah bidang keuangan dan perbankan. Sehingga Beliau pernah menjadi pemimpin wilayah Bank BRI di berbagai daerah.

Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris maupun pemegang saham.

 

 

Juliman

Direktur Produksi

 

Warga Negara Indonesia, Berdomisili di Bandung, Beliau lahir di Pangkalpinang pada 23 September 1962. Beliau memperoleh gelar Sarjana dari Jurusan Farmasi, Institut Teknologi Bandung pada tahun 1988 dan gelar Apoteker pada tahun 1989 di almamater yang sama dan melanjutkan studinya dengan mengambil program Magister Bidang Manajemen Operasi di Universitas Padjajaran dan memperoleh gelar Master pada tahun 2005.

Dasar hukum penunjukan sebagai Direktur Produksi periode pertama adalah Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-221/MBU/2013 tanggal 12 April 2013. Dan beliau ditunjuk kembali Menjadi Direktur Produksi untuk periode  kedua adalah Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK – 101/MBU/04/2018 tanggal 20 April 2018. 

Pada 10 Juli 2017 Kementerian BUMN selaku pemegang saham  menerbitkan SK Nomor : SK-127/MBU/07/2017 menetapkan  Juliman  sebagai Plt. Direktur Utama Bio Farma sampai dengan penunjukkan Direktur Utama definitif yaitu 23 Januari 2018.

Sebelum menduduki posisi sebagai Direktur Produksi, Beliau telah mendedikasikan dirinya di Bio Farma di berbagai posisi seperti Kepala Bagian Penunjang Vaksin Polio dan Campak, Kepala Bagian Produksi Vaksin Campak, Kepala Divisi Teknik dan Pemeliharaan, Kepala Divisi Pemasaran Ekspor dan Kepala Divisi Logistik.

Pengalaman Beliau di bidang produksi vaksin dan Good Manufacturing Practice (GMP) membuat beliau kerapkali menjadi nara sumber di acara seminar, wawancara dan audiensi. Beliau juga sering terlibat diberbagai kegiatan tingkat Internasional, antara lain pernah aktif sebagai Trainer dalam program WHO Global Training Network (GTN) on Quality Assurance of Live Attenuated Poliomyelitis and Measles Vaccines dan menjadi bagian dari delegasi Indonesia untuk mengikuti Forum World Health Assembly yang diselenggarakan oleh World Health Organization (WHO).

Beliau juga aktif mengikuti Annual General Meeting yang diadakan oleh DCVMN (Developing Countries Vaccines Manufacturer Network), yaitu organisasi kerja sama para produsen vaksin dari negara-negara berkembang. Saat ini beliau juga menjabat sebagai Board Alternate GAVI (Global Alliance for Vaccine Immunisation) mewakili Organisasi DCVMN untuk hadir dalam GAVI Board Meeting yang rutin diadakan tiga kali dalam setahun tahun untuk membahas dan memutuskan kebijakan-kebijakan yang diambil GAVI Board terkait program Imunisasi Global. Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris maupun pemegang saham.

 

Disril Revolin Putra

Direktur Sumber Daya Manusia (SDM)

 
Warga Negara Indonesia, berdomisili di Jakarta. Beliau lahir di Tanjung Pinang, 18 Desember 1965. Lulus sebagai Sarjana Hukum dari Universitas Islam Jakarta (1989) dan Magister Hukum dari Universitas Indonesia (1998). Bergabung dengan PT Bio Farma (Persero) pada 2017 dan menjabat sebagai Direktur SDM dan Umum berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara nomor SK-131/MBU/07/2017 tanggal 14 Juli 2017.
 
Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur SDM dan Hukum di PT Pelindo II, sejak 16 Mei 2016 sampai dengan 14 Juli 2017. Selama lebih dari dua puluh tahun mengabdi  di salah satu Badan Usaha Keuangan Milik Negara, yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) dengan menduduki berbagai posisi.
 
Di awal kariernya, beliau menjabat sebagai Legal officer Divisi Sumber Daya Manusia (1991-1995) dan sebagai Manager Pengelolaan Kebijakan Divisi Sumber Daya Manusia (1995-2000). Beliau kemudian dipercaya untuk menjadi wakil pemimpin beberapa cabang yaitu Wakil Pemimpin Cabang Wonogiri (2000-2002) dan Wakil Pemimpin Cabang Utama Tangerang (2002-2004) sebelum akhirnya ditunjuk menjadi Pemimpin Cabang Jembatan Ampera Palembang (2004-2005) dan Pemimpin Cabang Utama Tebet Utara Jakarta (2005- 2006). Setelah menunjukkan kinerja sebagai pemimpin di beberapa cabang, beliau kemudian beralih menjadi Wakil Pemimpin Divisi Hukum (2006-2008), Pemimpin Divisi Sumber Daya Manusia (2008-2010), Pemimpin Divisi Organizational Learning (2010-2011), Pimpinan Divisi Hukum (2011 – 2015) Pemimpin Wilayah Jakarta Kota (2015-2016) dan sebagai SEVP Jaringan dan Layanan (2016). Dalam beberapa tahun terakhir, beliau juga dipercaya untuk memegang jabatan fungsional pada beberapa komite pengawasan seperti Anggota Komite Nominasi dan Remunerasi (2008-2010), Dewan Pengawas Dana Pensiun BNI (2008-2010), Ketua Komite Sanksi Administratif (2008-2010), Ketua Komite Evaluasi Jabatan dan Grading (2008-2010) dan Ketua Komite Mutasi dan Suksesi Pimpinan.
 
Beberapa pelatihan dan penugasan yang pernah diikuti di antaranya adalah Simposium Internasional anti Korupsi (2007), Sespi Bank Angkatan 45 (2007), Leadership Development Program (2011), Credit For non-Credit (2011) dan Sertifikasi Management Risiko tingkat IV (2011).

 

Sri Harsi Teteki

Direktur Pemasaran

 

Warga Negara Indonesia, Berdomisili di Bandung. Beliau lahir di Yogyakarta pada 28 Juni 1964.

Beliau memperoleh gelar Magister Kesehatan di Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro pada tahun 2003. Beliau juga aktif dalam Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Undip atau Ika Medica, PAMJAKI dan IDI.

Bergabung dengan PT Bio Farma (Persero) pada 2018 dan menjabat sebagai Direktur Pemasaran berdasarkan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara nomor SK-27/MBU/01/2018 tanggal 23 Januari 2018, tentang Pengalihan Tugas dan Pengangkatan Anggota Direksi Perusahaan Perseroan (Persero) PT Bio Farma.

Sebelumnya beliau menjabat sebagai Direktur di TelkoMedika sejak tahun 2013 dan Direktur Utama TelkoMedika sejak tahun 2016 sampai Januari 2018. Selama lebih dari 24 tahun mengabdi  di salah satu Badan Usaha Milik Negara, yaitu PT Telkom dengan menduduki berbagai posisi.

Beliau juga pernah mendapat penghargaan “Best Manager” dari PT TELKOM tahun 2007, dan aktif menjadi pembicara dalam berbagai seminar nasional, salah satunya membahas tentang Jaminan Kesehatan Nasional.

Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris maupun pemegang saham.

 

Adriansjah Azhari

Direktur  Perencanaan dan Pengembangan  

 

Warga Negara Indonesia, berdomisili di Bandung.  Beliau lahir di  Bloomington, Indiana, Amerika Serikat  5 September 1963. memperoleh gelar sarjana farmasi dari Institut Teknologi Bandung pada tahun 1988, dan memperoleh gerlar Master Manajemen Operasional dari Universitas Padjadjaran Bandung pada tahun 2005.

Dasar hukum penunjukan sebagai Direktur  Perencanaan dan Pengembangan  adalah Keputusan Menteri BUMN Nomor:SK – 101/MBU/04/2018.

Sebelum menduduki posisi sebagai Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Beliau telah mendedikasikan dirinya di Bio Farma sejak tahun 1989 dengan menempati  berbagai posisi sebagai Kepala Divisi Perencanaan dan Strategi Bisnis, Kepala Divisi Quality Assurance; Apoteker Penanggung Jawab Mutu, Kepala Divisi Vaksin Bakteri dan Kepala Divisi Produksi Farmasi.

Pengalaman Beliau dalam bidang  penelitian membuat beliau terlibat di berbagai kegiatan Internasional seperti Developing Countries Vaccine Manufacturers’ Network (DCVMN), World Health Organisation (WHO) dan International Society for Pharmaceutical Engineering (ISPE)

 selain itu Beliau juga  aktif sebagai narasumber pada berbagai kegiatan dalam dan luar negeri  antara lain Annual General Meeting of Developing Countries Vaccine Manufacturers’ Network (DCVMN), Rio de Janeiro, Brazil; World Health Organisation (WHO) QC course on Hib vaccine, NVI, The Netherlands; ISPE Indonesian Affiliate annual conference 2012, Jakarta;  National Vaccine Research Forum, Jakarta; Rotavirus symposium, Bangkok , Thailand; Proteomic Avian Flu Vaccine Seminar, Avian Influenza Research Center (AIRC), Airlangga Univ, Surabaya; WHO briefing for manufacturers WHO prequalification programme” Beijing, China; Global Health Regulatory Meeting on PDPs organized by PATH, Hanoi, Vietnam dan lain-lain.

Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan anggota Direksi lainnya, anggota Dewan Komisaris maupun pemegang saham.