Asah Konsentrasi Dengan Jemparingan Di Taman Wisata Candi Prambanan

Olahraga panahan menjadi salah satu olahraga yang saat iini menjadi kegemaran tersendiri bagi anak muda. Tren ini seiring dengan naiknya gaya hidup untuk menjaga kesehatan tubuh pemainnya. Bagi sebagian lainnya, olahraga panahan menjadi salah satu tuntunan olahraga yang diajarkan dalam gaya hidup Islami.

Salah satu bentuk panahan yang saat ini makin digemari adalah leh masyarakat adalah panahan Jemaparingan. Panahan bergaya Jawa klasik ini memadukan kegiatan olahraga serta budaya yang berasal dari pusat kebudayaan Yogyakarta.

Menurut ceritanya, panahan Jemparingan merupakan gaya panahan yang diinisiasi langsung oleh Sultan Hamengku Buwono I, Raja Mataram Islam pertama. Dirinya menghimbau ‘keluarga ndalem’ atau para penghuni keraton untuk belajar panahan guna mengasah kemampuan dalam melindungi diri serta belajar konsentrasi. Selain itu, Sultan juga ingin mengasah rakyatnya untuk mengasah watak kesatria dan juga memiliki rasa tanggung jawab yang besar.

Peserta jemparingan biasanya duduk bersila gaya mataraman dengan membentuk dua barisan. Jarak bandulan panjang yang jadi sasaran tembak sekitar 30 meter. Biasanya ada 20 putaran dan setiap peserta dapat meluncurkan lima anak panah pada setiap putaran.

Bandulan atau sasaran tembaknya adalah irisan serabut bambu yang diikat jadi satu. Ada tiga bandulan dengan panjang sekitar 40 cm. Di belakang bandulan, dipasang karpet karet tebal untuk menahan anak panah yang melesat.

Bagi yang ingin mencoba bermain Jemparingan, Anda bisa langsung datang berkunjung ke Taman Wisata Candi Prambanan. Di sini Anda dapat mencoba bermain Jemparingan. Tidak perlu khawatir jika Anda belum terlalu fasih bermain panahan, karena ada operator yang siap membantu wisatawan yang ingin mencoba bermain jemparingan dengan gaya panahan yang khas.

Segera Berkunjung Ke Taman Wisata Candi Prambanan!


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan