Bahas Balkondes, Perwakilan Komenko Bidang Perekonomian RI Kunjungi PT TWC

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono bersama Kepala BoD Support Achmad Muchlis, Manager Perencanaan TWC Ratno Timur dan Tim BoD Support Cahyo Sunarko menerima kunjungan dari perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia di ruang VIP, Kantor Pusat TWC, Selasa (20/8/2019).

Kunjungan ke TWC ini dalam rangka pemantauan dan evaluasi pelaksanaan kebijakan di bidang BUMN melalui Program Sinergi BUMN dalam pengembangan Balai Perekonomian Desa (Balkondes) di wilayah Borobudr, Magelang. Program Balkondes ini dinilai turut serta menunjang program pemerintah di bidang pariwisata dan pemberdayaan perekonomian masyarakat, khususnya terkait pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.

Hal itu seperti yang disampaikan oleh pimpinan rombongan Gunawan Pamungkas. "Untuk keperluan evaluasi ini kami moho ijin untuk melakukan peninjauan lapangan, pengumpulan data dan informasi serta inventarisasi permasalahan dan rencana pengembangan usaha Program Sinergi BUMN dalam pengembangan Balkondes ini," Kata Kepala Sub Bidang Usaha Agro dan Industri Strategis tersebut.

Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono mengungkapkan rasa senangny terhadap kunjungan ini. Edy kemudian menerangkan terkait awal mula pendirian Balkondes di Borobudur ini.

"Balkondes ini kami bentuk sesuai arahan Presiden Joko Widodo sewaktu berkonjung ke Candi Borobudur pada 2016 lalu. Beliau berpesan bahwa pembangunan pariwisata ini supaya dapat memberikan dampak langsung bagi warga masyarakat sekitar. Maka itu, kami bersama 13 BUMN dan dua pemerintah daerah Jateng serta DIY menginisiasi Spirit Joglosemar," Kata Edy menerangkan.

Dalam pengembangan pariwisata Spirit Joglosemar ini, daerah DIY serta Jawa Tengah dibagi menjadi delapan kluster pengembangan, seperti kluster Semarang, Ambarawa, Dieng, Borobudur, Yogyakarta, Prambanan, Solo dan Sangiran. Pengembangan kluster pariwisata ini akan memfokuskan kepada pengembangan pariwisata berbasis komunitas/masyarakat. Maka itu akan diprioritaskan untuk pengembangan isntansi desanya dan juga masyarakatnya.

"Kami prioritaskan kepada pembangunan ekonomi ini karena kami punya pemikiranbahwa yang harus dibangun itu industri desanya. Industri yang maju, sustain dibalut dengan estetika, akan menjadi stu daya tari tersendiri." Kata Edy.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan