Dubes RI Untuk Kamboja Kagumi Candi Prambanan

Duta Besar Indonesia untuk Kamboja Sudirman Haseng beserta rombongan berkunjung ke Rama Shinta Resto di Komplek Ramayana Ballet, Prambanan, Rabu (21/8/2019). Kunjungannya ini didampingi oleh Direktur Utama PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan & Ratu Boko (Persero) Edy Setijono bersama Sekretaris Perusahaan Emilia Eny Utari dan General Manager PT TWC Unit Teater Pentas Chrisnamurti Adiningrum.

Dalam kesempatan itu, Sudirman mengungkapkan rasa takjubnya saat menikmati suasana di resto yang langsung menghadap pada lanaskap Candi Prambanan di sore hari ini.

"Melihat Candi Prambanan di sore sampai malam hari ini, rasanya tidak kalah wonderfullnya, tidak kalah luar biasanya, tidak kalah menariknya dengan Angkor Wat yang telah dikunjungi jutaan wisatawan mancanegara itu." terangnya Sudirman.

Eksotisme Candi Prambanan, terutama di kala sore hari memang begitu menakjubkan. Banyak wisatawan rela untuk berlama-lama di objek ini untuk menikmati suasana pergantian hari di candi Hindu terbesar di Indonesia tersebut.

"Sekarang tinggal bagaimana kita bikin paket yang baik, yang bisa mendorong wisatawan untuk berkunjung ke Prambanan. Saya melihat potensi itu nyata dan bisa kita realisasikan. Dan kita akan kerjasama erat antara TWC, KBRI, dan instansi-instansi terkait di Yogyakarta." lanjut Sudirman menambahkan.

Pada Januari 2019 lalu, Pemerintahan Republik Indonesia dan Kamboja kembali memperbaharui dan memperpanjang MoU Memorandum of Understanding (MoU) kedua negara yang sudah 20 tahun, sejak 1999. Perjanjian kerja sama itu adalah kesepakatan saling mempromosikan potensi 
wisata masing-masing negara. Baik Angkor Wat dan Candi Borobudur.

Kedua pemerintahan negara ini juga mengusulkan kerjasama heritage to heritage, antara Angkor Wat dan Candi Borobudur. Program heritage to heritage, dengan mengedepankan jejak-jejak budaya dan peradaban yang hebat zaman dulu.

"Program Twin Heritage mendorong dan memberi arti bagi kita, untuk bisa menarik wisatawan mancanegara yang mengunjungi Angkor Wat supaya bisa juga mengunjungi Candi Borobudur, Prambanan atau Ratu Boko. Saya kira budaya Kamboja dan budaya orang Yogya dan Jateng itu mirip sekali. Sangat memungkinkan uuntuk mengajak warga kamboja ataupun wisman yang berkunjung ke Kamboja untuk kita tarik kesini." Tutup Sudirman.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan