Gerbang Ratu Boko Yang Melegenda

Mengunjungi situs Ratu Boko merupakan bagian dari rekreasi mata, kaki, dan pikiran. Selain dapat puas berjalan-jalan dan melihat-lihat pemandangan, inilah tempat yang tepat untuk membebaskan pikiran, berimajinasi sejenak sebagai penghuni istana di masa lalu.

Keraton Ratu Boko terletak Desa Bokoharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sekitar tiga kilometer arah selatan dari Candi Prambanan, dan 18 kiometer arah timur Kota Yogyakarta. Di masa lalu, candi ini memang merupakan sebuah istana, keraton, sisa peninggalan Kerajaan Mataram Kuno, dan dibangun sekitar abad ke-8.

Salah satu spot favorit dan juga ikonik di Ratu Boko adalah gerbangKeratonnya. Gerbang ini terdiri dari dua jenis, gerbang dalam dan gerbang luar. Gerbang luar jaraknya sekitar 100 meter dari pintu masuk. Gerbang luar ini terdiri dari tiga gerbang paduraksa yang berjajar.

Sementara gerbang dalam atau gerbang utama terdiri dari lima gerbang paduraksa. Pada gerbang utama terdapat tulisan Panabwara, yang didasarkan pada prasasti Wanua Tengah III, ditulis oleh Rakai Panabwara, keturunan Rakai Panangkaran, yang mengambil alih istana. 
Penulisan ini dimungkinkan untuk sarana legitimasi kekuasaannya saat itu.

Di kawasan gerbang ini terbagi atas tiga teras. Teras pertama menggunakan materi batu gamping, sementara di teras kedua sudah terbentuk dari dinding andesit.

Keunikan gerbang dalam Istana Ratu Boko membuat pengunjung jatuh cinta. Tak heran, tempat ini menjadi spot foto wajib semua yang datang. Terlebih saat senja. Banyak juga pengunjung yang mengabadikan momen penting kehidupanya, seperti kegiatan pre weding maupun pernikahan.

Sebagai sebuah bangunan bersejarah, peninggalan istana raja, aura kemegahan situs Keraton Ratu Boko, sungguh terasa. Mari singgah di petilasan yang menawarkan kesejukan dan kedamaian di bukit Ratu Boko ini.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan