Kejayaan Sriwijaya Berasal Dari Kraton Ratu Boko

Jika anda tinggal di Palembang, tentulah Kerajaan Sriwijaya yang terkenal itu sulit dipisahkan dari wilayah agung di tepian Sungai Musi yang didirikan Balaputradewa.

 

Tetapi tahukah Anda, kemegahan Sriwijaya sesungguhnya bermula dari Keraton Boko?

 

Sejumlah ahli sejarah kuno menafsir, bahwa tokoh Balaputradewa yang menjadi pemrakarsa kerajaan Sriwijaya, pernah membangun biara kuno berbenteng batu yang mulanya bernama Abhayagiri Vihara ini sebagai kubu pertahanan. Saat itu ia digempur oleh Rakai Pikatan, suami Pramodawardhani, pewaris tahta dinasti Syaleindra. Di versi ini, Balaputradewa adalah saudara Pramodawardhani, anak Raja Samaratungga yang berkuasa di Mataram Kuno.

 

Setelah kalah, Balaputradewa menyingkir ke seberang lautan, dan mendirikan kerajaan di Swarnadwipa (Sumatera). Menurut versi lain, Balaputradewa tersingkir bukan karena perang, melainkan inisiatif sendiri karena ia merasa bukan pewaris Samaratungga, jadi tak berhak atas kekuasaan di tanah Jawa.

 

Menurut Prasasti Nalanda, ayah Balaputradewa adalah raja Jawa dari trah Sailendra bernama Samaragawira, putra dari tokoh yang berjuluk Wirawairimathana (Pembunuh Musuh Perwira). Ibunya adalah Putri Tara dari trah Somawangsa, putri Dharmasetu.

 

Pernyataan dalam Prasasti Nalanda seakan menjelaskan hubungan antara Jawa dan Sumatra. Namun, sebenarnya silsilah Balaputradewa, baik dari pihak ibu maupun ayah masih memunculkan beragam teori.

 

Nama Balaputradewa muncul pula dalam Prasasti Karang Tengah (824). Dari sini ada petunjuk kalau sebelum ke Sumatra, dia sempat berebut takhta dan kalah dari iparnya, Rakai Pikatan yang membela hak takhta istrinya, Pramodawardhani, sang putri mahkota.

 

Berdasarkan petunjuk di Prasasti Karang Tengah, Pramodawardhani adalah putri satu-satunya Raja Samarattungga. Maka, tak mungkin Balaputradewa menjadi saudaranya atau ipar Rakai Pikatan.

 

Sementara itu, Sriwijaya sudah menjadi daerah bawahan Jawa berkat Rakai Panunggalan, kakek mereka. Nama sang kakek muncul dalam Prasasti Ligor B yang ditemukan di Ligor (kini, Nakhon Si Thammarat, Thailand Selatan), salah satu daerah kekuasaan Sriwijaya. Karenanya setelah kalah dari Rakai Pikatan, Balaputradewa pun menyingkir ke Sumatra.

 

Sumber: historia.id | tribunnews.com



Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan