Kisah Manohara di Relief Candi Borobudur

Menyelami kemegahan dan kisah eksotik Candi Borobudur harus bermodal kesabaran tinggi. Penjelajahannya pun juga harus benar arahnya, sehingga cerita demi cerita dari tingkat dasar sampai puncak bisa diketahui.

Salah satunya kisah tentang Manohara, bidadari jelita yang kelak jadi istrinya Pangeran Sudhana, perwujudan tokoh sentral Buddha. Kisah Manohara adalah kisah yang ada dalam 20 panel relief Candi Borobudur, di lantai kedua bagian dalam, panel bawah, tepat di bawah kisah dari kitab Lalitavistara.

Cerita Manohara menggambarkan udanakumaravada, yaitu kisah perkawinan Pangeran Sudhana dengan bidadari Manohara. Karena berjasa menyelamatkan seekor naga, seorang pemburu bernama Halaka mendapat hadiah laso dari orang tua naga.

Oleh karena Halaka tidak sepadan dengan Manohara, maka Manohara dipersembahkan kepada Pangeran Sudhana, meskipun ayah Sudhana tidak setuju. Ayah Sudhana ini pernah bermimpi tahtanya akan direbut sang anak.

Karena itu atas bisikan penasehatnya, ayah Sudhana meminta ada bangsawan yang harus dikorbanan. Sosok yang dipilih tak lain Manohara.

Banyaknya rintangan tak dapat menghalangi pernikahan Sudhana dengan Manohara. Cerita Awadana mengisahkan penjelmaan kembali orang-orang suci, di antaranya kisah kesetiaan raja Sipi terhadap makhluk yang lemah.

Seekor burung kecil minta tolong raja Sipi agar tidak dimangsa burung elang. Sebaliknya burung elang minta raja Sipi menukar burung kecil dengan daging raja Sipi.

Setelah ditimbang ternyata berat burung kecil dengan raja Sipi sama beratnya, maka raja Sipi bersedia mengorbankan diri dimangsa burung elang. Pesan moral dari kisah ini adalah bahwa seorang pemimpin harus berani mengorbankan dirinya untuk rakyat kecil dan semua makhluk hidup.

Sumber: tribunnews.com


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan