Kisah Pembangunan Candi Prambanan

Candi Prambanan dibangun sekitar abad kesembilan Masehi. Candi ini terletak di Prambanan yang wilayahnya dibagi antara Kabupaten Sleman, DIY dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah (Jateng). Candi yang terletak sekitar 20 km timur Yogyakarta itu biasa disebut Candi Rara Jonggrang, sebuah nama yang diambil dari legenda Rara Jonggrang dan Bandung Bondowoso.

Candi Prambanan adalah candi Hindu terbesar di Asia Tenggara, tinggi bangunan utama mencapai 47 meter. Kompleks candi terdiri atas delapan kuil atau candi utama dan lebih dari 250 candi kecil. Prambanan merupakan candi Hindu terindah di dunia. Candi Prambanan adalah bangunan luar biasa indah yang dibangun pada masa pemerintahan dua raja, yakni Rakai Pikatan dan Rakai Balitung Maha Sambu.

Menjulang setinggi 47 meter atau lima meter lebih tinggi dari Candi Borobudur. Pada halaman utama terdapat tiga candi utama, tiga Candi Wahana, dua Candi Apit, dan delapan Candi Patok yang dibatasi oleh pagar keliling, sedangkan di halaman kedua terdapat 224 Candi Perwara. Di tengah area juga telah dibangun taman indah, sehingga menjadikan Candi Prambanan sebagai salah satu obyek wisata budaya yang menarik untuk dikunjungi.

Candi yang terletak di perbatasan provinsi DIY dan Jawa Tengah itu, tidak terlepas dari legenda Rara Jonggrang atau biasa disebut Durga Mahisasuramardini atau cerita rakyat yang ingin menjelaskan adanya sebuah legenda Candi Prambanan.

Cerita rakyat mengisahkan ada seorang raja bernama Raja Boko dan mempunyai putri sangat cantik Rara Jonggrang, yang kemudian dilamar oleh Bandung Bondowoso. Rara Jonggrang diminta menerima lamaran Bandung Bondowoso. Awalnya Rara Jonggrang menolak karena tidak mencintai Bandung Bondowoso. Namun, akhirnya ia setuju menerima lamaran dengan syarat, yakni minta dibangunkan 1.000 candi dalam waktu semalam.

Bandung Bondowoso setuju dan mulai membangun dengan bantuan makhluk halus sehingga pembangunan dapat lebih cepat. Mengetahui hal itu, Rara Jonggrang khawatir, kemudian menyuruh dayang-dayangnya agar membunyikan suara berisik dan membangunkan hewan peliharaan untuk mengusir makhluk halus.

Ternyata benar, para makhluk halus mengira hari telah pagi dan mereka menghilang kembali. Bandung Bondowoso kemudian melihat ternyata jumlah candi hanya 999 dan mengetahui bahwa dirinya telah dikelabui oleh Rara Jonggrang. Bandung Bondowoso langsung murka dan menyihir Rara Jonggrang menjadi patung batu yang menghias candi terakhir atau yang ke-1.000.

Kisah legenda tersebut dapat dilihat di museum yang berada di lokasi kompleks Candi Prambanan, dan pengunjung dapat menikmati audio visual tentang sejarah ditemukannya Candi Prambanan hingga proses renovasinya secara lengkap.

Di Candi Prambanan juga terdapat arena bermain untuk anak dan kereta mini yang akan mengelilingi kawasan wisata tersebut, serta terdapat bumi perkemahan Rama-Sinta dan pementasan Sendratari Ramayana.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan