Makna Pelepasan Lampion Dalam Perayaan Waisak Di Candi Borobudur

Perayaan Hari Raya Waisak di Candi Borobudur menjadi tujuan wisatawan lokal maupun asing. Selama upacara berlangsung, wisatawan tetap dapat mengunjungi Candi Borobudur. Terdapat salah satu acara dalam rangkaian perayaan waisak yang ditunggu-tunggu dan menjadi tujuan utama wisatawan dan juga fotografer.

Pelepasan lampion menjadi acara puncak dari serangkaian upacara waisak di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Wisatawan dapat mengikuti dan mengabadikan momen saat melepas ribuan lampion ke udara. Momen ini menjadi pengalaman yang sangat menarik bagi para wisatawan, tidak lupa selalu mengabadikan momen ini dengan memotret pelepasan lampion atau berfoto ditengah pelepasan ribuan lampion.

Bagi umat Budha, api diartikan sebagai semangat dalam diri manusia dalam menjalani kehidupan dan mengharapkan petunjuk. Maka dari itu, api menjadi unsur penting dalam perayaan waisak.

Lampion yang dilepaskan ke udara juga memiliki arti yang sangat penting. Pelepasan lampion menjadi simbol yang sakral untuk melepaskan hal-hal yang bersifat negatif di dalam diri setiap umat Budha. Setiap lampion yang diterbangkan ini berisikan doa dan harapan bagi setiap umat Budha dan menjadi sebuah simbol harapan yang lebih baik dalam menjalani kehidupan.

Pelepasan lampion pada upacara Hari Suci Tri Waisak pada tahun 2019 ini dijadwalkan pada hari Sabtu malam, 18 Mei 2019. Setiap wisatawan dapat mengikuti pelepasan lampion dengan membayar sumbangan, selain itu bagi para wisatawan yang berkunjung diharapkan untuk menjaga ketenangan dan tatakrama demi kelancaran berlangsungnya upacara, karena hal ini bukanlah tontonan semata, melainkan suatu upacara atau ritual umat Budha.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan