Mengenal Candi Trimurti di Prambanan

Trimurti adalah tiga kekuatan Brahma (sang hyang widhi), sebutan Tuhan dalam agama hindu dalam menciptakan, memelihara, pelindung alam beserta isinya. Candi ini merupakan candi yang paling besar, yang terdiri atas Candi Siwa, Wisnu dan Brahma.

Candi Siwa ini memiliki tinggi 47 meter atau 5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur. Nama Siwa ini memiliki keempat ruangan. Di mulai dari ruangan yang menghadap ke timur sekaligus ruang utama dari candi ini, yaitu ruang Dewa Siwa.

Ruangan ini memiliki ukuran 8×8 meter dan tinggi yang mencapai 13 meter. Kalau umumnya pada candi-candi Hindu lainnya Dewa Siwa digambarkan dengan Lingga dan Yoni, tidak dengan candi ini. Siwa digambarkan dengan patung yang memiliki 4 tangan, 2 di belakang sebagai lambang penghancur dan 2 di depan sebagai pembangun. Dan patung Dewa Siwa ini adalah patung asli yang usianya sudah lebih dari 1200 tahun.

Candi Wisnu berada di sebelah utara Candi Syiwa. Tubuh candi ini berdiri di atas sebuah batur yang membentuk selasar berlangkan. Tangga untuk naik ke permukaan batur berada di sisi bagian timur candi. Sedangkan di sepanjang dinding tubuh candi berderet panil dengan pahatan yang menggambarkan Lokapala.

Candi ini hanya mempunyai sebuah ruangan dengan satu pintu yang menghadap ke timur. Pada bagian dalam ruangan tersebut, terdapat Arca Wisnu yang berada dalam posisi berdiri di atas ‘umpak’ berbentuk yoni. Arca Wisnu digambarkan sebagai dewa bertangan 4. Pada bagian tangan kanan belakang memegang Cakra (senjata Wisnu) sedangkan untuk tangan kiri memegang tiram. Lalu pada tangan kanan depan memegang gada dan tangan kiri memegang setangkai bunga teratai.

Candi Brahma letaknya berada di sebelah selatan Candi Syiwa. Untuk bagian tubuh candi berdiri di atas batur yang membentuk selasar berlangkan. Relief terdapat pada sepanjang dinding tubuh candi yang berderet panil dengan pahatan menggambarkan Lokapala.

Pada Sepanjang dinding dalam langkan dihiasi seretan panil yang memuat kelanjutan cerita Ramayana di dinding dalam langkan Candi Syiwa. Penggalan cerita Ramayana yang berada di Candi Brahma ini mengisahkan peperangan Rama dibantu adiknya, Laksmana. Pada kisah itu dibantu juga oleh bala tentara kera melawan Rahwana.

Di bagian atas dinding langkan berderet hiasan ratna. Sedangkan di bagian bawah ratna yang menghadap ke luar, terdapat relung kecil dengan hiasan Kalamakara di atasnya. Di bagian dalam relung terdapat pahatan yang menggambarkan Brahma sebagai pendeta yang sedang duduk dengan berbagai posisi tangan.

Candi ini juga sama kaya candi wisnu yang juga hanya mempunyai sebuah ruangan dengan satu pintu yang menghadap ke timur. Pada bagian dalam ruangan tersebut, terdapat Arca Brahma dalam posisi berdiri di atas umpak berbentuk yoni.

Brahma merupakan gambaran sebagai dewa yang memiliki empat wajah, masing-masing menghadap ke arah yang berbeda, dan dua pasang tangan. Pada bagian dahi di wajah yang menghadap ke depan terdapat mata ketiga yang disebut ‘urna’. Patung Brahma itu dulunya sebetulnya sangat indah, tetapi sekarang sudah rusak. Dinding di dalam ruang Brahma polos tanpa hiasan. Pada dinding itu pada setiap sisinya terdapat batu yang menonjol yang berfungsi sebagai tempat meletakkan lampu minyak.

Mari Berkunjung ke Taman Wisata Candi Prambanan!

*Berbagai Sumber


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan