Menilik Keberadaan Royal Besaran Solo

Kota Solo yang menjadi jantung dari Karisidenan Surakarta merupakan sebuah kota industri, dimana keberadaannya dikelilingi oleh kota-kota berkembang, seperti Sukoharjo, Karanganyar, Sragen dan juga Klaten.

Kawasan Solo pun banyak memiliki tempat-tempat yang unik dan memorabel, karena keberadaannya merupakan bekas kerajaan Kasunanan Surakarta yang pastinya memiliki peninggalan bersejarah. Salah satu peninggalan tersebut adalah rumah pesanggrahan Mangkunegaran IV.

Rumah pesanggrahan Mangkunegaran IV ini terletak satu kawasan dengan eks pabrik gula Colomadu yang saat ini telah bertransformasi menjadi De Tjolomadue. Pabrik gula yang berdiri pada tahun 1861 ini sudah terbengkalai selama 20 tahun. Pada tahun 2017, pabrik gula serta rumah Mangkunegaran yang dahulu bertindak sebagai kepala dinas pabrik ini dipercantik dan dirombak ulang hingga menghasilkan bangunan cantik seperti sekarang. Pesanggrahan Mangkunegaran ini dinamakan Royal Besaran.

Royal Besaran ini merupakan rumah dari Mangkunegaran IV. Rumah ini di jaman kolonial Belanda menjadi rumah pengawas pabrik tebu Tjolomadu. Dengan berbagai pengembangan, rumah ini akan menjadi salah satu resto dan tempat yang bisa digunakan untuk beragam event dan aktivitas.

Bangunan Royal Besaran terdiri dari beberapa ruangan seperti ruang depan, empat kamar, ruang tengah, ruang belakang berupa taman dengan joglo taman bergaya eropa. Royal Besaran bergaya eropa klasik, dengan jendela-jendala besar serta bangunan yang terkesan kokoh.

Direktur PT Sinergi Colomadu Rachmat Priyatna menyatakan “Misi dari PT Sinergi Colomadu yang merupakan perusahaan hasil konsorsium beberapa perusahaan BUMN adalah untuk mengoptimalisasi aset-aset negara, melestarikan dan memelihara bangunan heritage. Salah satunya adalah dengan pengembangan keberadaan Royal Besaran yang dapat digunakan sebagai tempat MICE berstandar Internasional.”

Sementara itu, Direktur Keuangan, SDM dan Investasi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) Palwoto menyampaikan semoga kehadiran Royal Besaran ini dapat diterima oleh masyarakat. “Masyarakat begitu antusias berkunjung ke Tjolomadu. Antusiasme itu kita tangkap sebagai peluang guna pengembangan salah satu bangunan di De Tjolomadue, yaitu Royal Besaran. Saya berharap dan mohon doa restu nya kepada semua pihak, mudah-mudahan kehadiran Royal Besaran dapat diterima oleh masyarakat.” Terang Palwoto saat acara tasyakuran Royal Besaran, Sabtu (30/3).


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan