Menilik Penampungan Air Di Keraton Ratu Boko

Kawasan Keraton Ratu Boko yang terletak sekitar dua kilometer sebelah selatan Candi Prambanan, tidak hanya penuh dengan daya tarik pesona wisatanya tapi juga sarat pesona dengan kearifan lokal yag dimilikinya.

Sebagai kawasan wisata, lokasi situs Keraton Ratu Boko yang masuk wilayah Kabupaten Sleman, DIY ini, memang selalu banyak dikunjungi wisatawan. Tidak hanya wisatawan lokal atau dalam negeri, tapi juga wisatawan dari mancanegara.

Selain untuk menikmati pesona bangunan Ratu Boko serta pemandangan di sekitarnya, wisatawan juga dapat menyelami tiap bangunan yang memiliki dungsinya masing-masing, salah satunya adalah kolam air di Ratu Boko.

Banyak sekali ditemukan kolam air di situs ini. Kawasan Ratu Boko memang dibangun dengan memperhatikan tata ruang yang baik, sehingga dapat menampung serta mengalirkan air kepada penduduk yang menempatinya.

Salah satu kolam penampungan air ini berada di sebelah timur Candi Pembakaran, atau yang biasa dikenal dengan nama sumur Amerta Mantana. Amerta berarti air, sedang mantana berarti mantra. Jadi Amerta Mantana memiliki arti air yang sakti atau air yang suci.

Sumur kuno ini konon merupakan tempat mandi para pembesar Keraton Boko, termasuk para putri-putri keraton. Sampai saat ini, di lokasi ini masih digunakan untuk mengambil air suci, seperti untuk mengawali perayaan Tawur Agung di Candi Prambanan.

Di timur sumur Amerta Mantana terdapat kolam di Situs Ratu Boko ini. Kolam ini berada di teras III. Kolam ini berada di sebelah timur Candi Pembakaran berukuran 54 m x 23 m dengan kedalaman 2,2 meter. Kolam ini pernah diekskavasi sebanyak enam kali, dan terakhir pada tahun 2008.

Pada tahun 2015 kolam ini dibersihkan, dan ditemukan blok-blok batu-batu putih. Blok-blok batu putih tersebut kemudian disusun dan membentuk pagar kolam.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan