Menilik Relief Fauna Di Candi Prambanan

Candi-candi di kompleks Candi Prambanan dihiasi dengan beragam motif-motif ornament yang beraneka ragam. Motif pada Candi Prambanan dapat di kelompokkan menjadi motif flora dan fauna, motif makhluk khayangan, motif kala makara dan motif Prambanan (Bidang Permuseuman dan Kepurbakalaan, 1994).

Relief candi Prambanan banyak juga menggambarkan kekayaan fauna (satwa). Kalau dicermati di relief di kaki candi, khususnya di enam candi utama (Candi Siwa, Wisnu, Brahma, Nandi, Angsa dan Garuda) dan dua Candi Apit, ada berbagai motif fauna yang naturalistik. Menurut Moertjipto dan Bambang dalam bukunya “Mengenal Candi Siwa Prambanan dari dekat” motif fauna ini hanyalah pendukung motif lainnya, seperti motif suluran (flora) dan motif Prambanan.

Motif fauna ini begitu natural, sehingga ahli biologi (khususnya burung) bisa mengidentifikasinya, setidaknya sampai tingkat genus atau familinya menurut klasifikasi binatang secara ilmiah. Jenis fauna yang paling banyak adalah dari golongan aves (burung) dan mamalia.

Burung-burung yang bisa “diamati” di relief candi adalah merak (Pavo sp.), ayam hutan (Gallus sp.), cangak (Ardea sp.), kuntul (Egretta sp.), gemak (Turnix sp.), Kakatua (Caccatua sp.), Buceros sp, Gagak (Cervus sp.), Merpati (Columbidae), dan Cekakak (Halcyonidae).

Burung-burung ini digambarkan sangat menarik dengan berbagai jenis perilakunya. Misalnya merak sedang melakukan tarian percumbuan, atau cangak sedang makan ikan. Burung-burung ini berpasangan berada kanan-kiri tajuk pohon Kalpataru, yang di bawahnya ada juga jenis burung lain atau binatang menyusui.

Salah satu bentuk relief yang terkenal adal Kinara-Kinari. Kinara-kinari merupakan makhluk yang berkepala manusia sedangkan bagian bawah tubuh berwujud burung. Semua Kinara-kinari tersebut Nampak seperti pasangan muda, keculai satu Kinara yang berada di dinding Candi Wisnu, yang digambarkan berjengggot dan bertutup kepala pertapa.

Sumber: 
Bidang Permuseuman dan Kepurbakalaan. 1994. Menapak Jejak Masa Sejarah (Hindu, Budha dan Islam) Lewat Koleksi Museum Negeri Provinsi Jawa Tengah ‘Ronggowarsito’. Depdikbud, Jawa Tengah.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan