PT TWC Ajak Siswa Peduli Peninggalan Cagar Budaya

PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) bekerja sama dengan BPCB Jawa Tengah menerima kunjungan rombongan dari Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Kabupaten Demak, Jumat (12/4). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian program Lawatan Sejarah yang bertujuan untuk mengenalkan siswa kepada benda cagar budaya.

Keterlibatan berbagai pihak dalam melestarikan cagar budaya secara langsung maupun tidak langsung akan memperkuat identitas dan kepribadian bangsa. Hal ini pun menjadi manifestasi sikap dalam rangka melestarikan warisan leluhur serta meningkatkan harkat dan martabat umat manusia.

Kegiatan tersebut diawali dengan menonton film pendek mengenai kawasan Prambanan yang dikenal memiliki beberapa situs peninggalan cagar budaya. Dalam film tersebut dibahas mengenai seluruh peninggalan cagar budaya yang berada di sekitar wilayah Prambanan, atau yang dahulu dikenal dengan dataran Kewu.

Setelah pengenalan mengenai wilayah selesai, kemudian peserta diajak untuk berkunjung ke Museum Manjusrighra. Museum ini terletak di sebelah utara Candi Sewu. Di museum ini, para tamu melihat dan belajar tentang bagaimana proses ekskavasi maupun tahap-tahap pemugaran candi. Selain itu, diperlihatkan juga mengenai batu-batuan candi yang merupakan penyusun tubuh candi, serta fungsi dari masing-masingnya.

Setelah puas melihat koleksi museum tersebut, peserta diajak untuk melihat proses perawatan benda cagar budaya. Ada beberapa macam perawatan benda cagar budaya, mulai dari cara mekanik dengan menggosok batu candi dengan sikat ataupun penyemprotan dengan air, maupun pengolesan batu dengan bahan kimiawi yang berguna untuk menghilangkan lumut dan noda pada batuan candi.

Beberapa peserta kemudian dipersilahkan untuk mencoba. Mereka antusias untuk turut melakukan proses perawatan benda cagar budaya tersebut. Batuan candi pun satu persatu diamati untuk kemudian dibersihkan pada bagian-bagian tertentu.

Selanjutnya, para peserta diajak untuk melihat langsung kemegahan Candi Sewu. Candi bercorak Budha tersebut masih memerlukan waktu bertahun-tahun untuk terus dipugar, mengingat masih banyaknya bongkahan-bongkahan candi-candi pengiring yang belum tersusun.

Pengunjung kemudian mengarahkan tujuannya ke Candi Prambanan. Candi yang berada di selatan Candi Sewu tersebut merupakan candi Hindu terbesar di dunia. Rombongan menyusuri jalan asri yang berada di kompleks Taman Wisata Candi Prambanan. Mereka melewati beberapa candi, seperti Candi Bubrah dan Candi Lumbung.

Panorama Candi Prambanan begitu memuka rombongan. Beberapa peserta tampak menjadikan candi ini sebagai latar foto dirinya. Peserta pun memasuki area Candi Prambanan. Mereka langsung memasuki ruang demi ruang di Candi Siwa, candi utama di kompleks Candi Prambanan. Arca Dewi Durga yang diduga merupakan penjelmaan Roro Jonggrang menjadi salah satu favorit peserta dan menjadi latar foto beberapa peserta.

Salah satu peserta rombongan, Alfi (16 tahun) mengaku berkesan dengan tur pengenalan cagar budaya ini karena menjadi lebih mengerti dan paham pengenai peninggalan cagar budaya. “Tur ini berkesan karena kita diajak untuk terlibat, seperti tadi ikut membersihkan batu candi dan juga langsung terjun ke lapangan sehingga lebih seru dan lebih paham mengenai peninggalan cagar budaya.” Terang remaja asal SMA 1 Mranggen tersebut.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan