PT TWC BPRB Memberikan Bantuan Bencana Tanah Longsor

PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko memberikan bantuan kepada korban bencana tanah longsor di Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Jawa Timur

PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko memberikan bantuan kepada korban bencana tanah longsor di Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Jawa Timur dengan melalui Bandan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, Jumat, 20 Mei 2017.

Kasi Monev PKBL PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko Siti Sriyamtini mengatakan bahwa ini merupakan wujud kepedulian dari perusahaan ikut membantu bagi yang sedang kena musibah khususnya di sector penanggulangan bencna.

“ Sesuai dengan tema di PKBL PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko yaitu bersyukur dan berbagi untuk sesama. Jadi kita sama – sama merasakan korban bencana yang terjadi di Ponorogo. Bentuk bantuannya ada peralatan sekolah, peralatan rumah tangga dan peralatan – peralatan yang lain. Diharapkan ini nantinya dapat membantu meringankan beban bagi korban bencana ini .” kata Siti.

Sementara itu Setyo Budiyono Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo mengatakan terkait dengan bantuan yang diberikan oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko ini adalah suatu bentuk perhatian dimana bencana itu memang bukan hanya urusan pemerintah saja, tapi juga pihak swasta dan masyarakat. BPBD Ponorogo mengucapkan terima kasih yang sebanyak – banyaknya kepada PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan & Ratu Boko atas kepeduliaannya mudah – mudahan apa yang sudah disampaikan ini mendapat berkah, pahala yang lebih besar dan diberikan imbalan yang lebih besar tentunya.

Setyo Budiyono atas nama pemerintah daerah Kabupaten Ponorogo juga mengucapkan terima kasih untuk apa yang telah dilakukan oleh PT Taman Wisata Candi Borobudur Prambanan dan Ratu Boko.

“Lokasi Bencana di Banaran, setelah kejadian tanggal 1 April 2017, beberapa hari ini kita dirikan hunian sementara, dan kita berikan santunan kepada ahli waris yang dari kemensos 15, dari propinsi 10, dari pemerintah kabupaten 10. Pasca bencana kita dirikan rumah hunian tetap. Dari data ada sekitar 38 rumah yang kita bangun disana. Untuk saat ini, masih kita dalam proses pembuatan rumah hunian tetap. Sampai dengan sekarang sudah kita bangun 8 hunian tetap sambil proses menunggu status tanah agar clear dengan target sebelum hari raya, 8 rumah ini sudah selesai. “ kata Setyo Budiyono.


Kategori Berita
Sub Kategori Kegiatan