PT TWC Gelar Rapat Bersama Dinas Perdagangan Kabupaten Magelang

Pemanfaatan ruang di Kawasan Borobudur membutuhkan perhatian lebih, baik oleh Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah. Masih lemahnya penegakan peraturan dan minimnya pemahaman masyarakat terkait Kawasan Borobudur menjadi faktor semakin meningkatnya pemanfaatan lahan yang segera perlu untuk dilakukan pengendalian.

Adanya Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kawasan Strategis Nasional Borobudur dan Sekitarnya menjadi langkah nyata dalam pengendalian pemanfaatan ruang di Kawasan Borobudur.

Jajaran manajemen PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero) yang terdiri dari Senior Manager Infrastruktur TWC Pujo Suwarno, General Manager Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana, Manager Perencanaan Ratno Timur, Manager Administrasi dan Umum Leonardus Adityo Nugroho, Assistant Manager Keamanan dan Penataan Pedagang Priyono mengadakan rapat bersama di di Dinas Perdagangan, Kabupaten Magelang, Kamis (4/4).

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Dinas Perdagangan dan UKM Darso S, Kasi Dalops Satpol PP Joko A M, Bapeda Magelang Amirudin, Sekertaris Desa Borobudur Ichsanusi dan Kecamatan Borobudur Efi H.

Agenda rapat tersebut membahas terkait dengan pemindahan area parkir dan kawasan pedagang yang berada di dalam kawasan Taman Wisata Candi Borobudur. Hal tersebut bukan keinginan dari manajemen PT TWC sendiri, melainkan amanat dari Perpres No 58 tahun 2014 dimana kawasan cagar budaya harus tertata dengan rapi dan indah, serta bebas dari kegiatan jual beli di dalamnya, sampai radius 10 km dari Candi Borobudur.

Namun demikian, PT TWC bersama pemerintah daerah memberikan solusi bagi para pedagang serta juru parkir di wilayah Borobudur. Pihak manajemen PT TWC bersama pemerintah daerah tetap ingin mengusahaan pemindahan parkir dan pedagang tetap berada di Lingkungan Borobudur.

Hal tersebut dapat terjadi dengan mengubah lapangan Kujon menjadi sentral jualan aneka UMKM dengan tema Borobudur Abimantara Park. Semua ini dilakukan, agar para pedagang yang mencari nafkah dengan mengandalkan penghasilan dengan berjualan aneka ragam komoditas khas Borobudurnya, dapat terus menyambung hidup dan mencari penghidupan di sekitar Borobudur.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan