Pembangunan Infrastruktur Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Borobudur

Direktur Pengembangan Kawasan dan Pemukiman Direktorat Cipta Karya Kementerian PUPR Ir. Didit Arif Adian, Anggota DPR RI Komisi 5 Ir. Sujadi, General Manager PT TWC Unit Borobudur I Gusti Putu Ngurah Sedana, Kepala Balai Konservasi Borobudur Tri Hartono, Manager Administrasi dan Umum PT TWC Unit Borobudur Leonardus Adityo Nugroho, Camat Borobudur Nanda Cahyadi Pribadi, Forkopimda Kabupaten Magelang dan Forkopimca Borobudur mengikuti kegiatan tasyakuran di Kebun Buah Desa Karangrejo Borobudur, Jumat (5/4). Kegiatan ini sebagai bentuk syukur atas selesainya pembangunan infrastruktur dalam mendukung keberadaan Candi Borobudur sebagai kawasan strategis pariwisata nasional.

Pembangunan infrastruktur yang di selenggarakan oleh Kementerian PUPR melalui Direktorat Cipta Karya telah berjalan sejak tahun 2018. Dibangunnya infrastruktur di kawasan Borobudur ini dapat memberikan dampak yang lebih baik untuk masyarakat, khususnya masyarakat Borobudur. Terlebih, keberadaan Candi Borobudur harus mendukung kawasan wisata pendukung lain yang berada di sekitarnya.

"Kegiatan ini tidak terlepas dari rencana pemerintah pusat yang telah menetapkan sepuluh objek Kawasan Strategis Nasional (KSN). Dari sepuluh KSN tersebut, diprioritaskan tiga KSN yaitu, Borobudur, Danau Toba dan Mandalika. Harapan kami, dengan dibangunnya infrastruktur yang ada di Borobudur ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat disini dan menunjang aktifitas perekonomiannya. Dan kami berharap, apa yang sudah dibangun ini, kita pelihara dan rawat bersama. Tanpa adanya pemeliharaan dan perawatan yang baik apa yang sudah kita bangun ini akan menjadi sia sia." Terang Didit dalam sambutannya.

Sedangkan Anggota DPR RI Komisi 5 Ir. Sujadi mengatakan bahwa "Kita bersyukur dengan adanya pembangunan infrastruktur ini, karena dapat menunjang aktivitas pariwisata yang ada di kawasan Borobudur selain objek taman wisata Candi Borobudur sendiri. Hal ini dapat memberikan banyak manfaat besar untuk masyarakat sekitar." Terang Sujadi.

"Kawasan Borobudur saat ini merupakan proyek KSN, dimana segala sesuatu,termaksud pembangunan, diambil alih langsung oleh pemerintah pusat. Pemerintah Pusat juga terbagi menjadi dua yaitu mengelola Kawasan Strategis Nasional dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional. Oleh karena itu, seluruh pembangunan infrastruktur desa bukan menjadi tanggung jawab dari pemerintah Kabupaten, melainkan langsung tanggung jawab dari pemerintah pusat." Ujar Sujadi.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan