Raja Sriwijaya Dan Kaitannya Dengan Ratu Boko

Nama tokoh Balaputradewa kerab kali akrab dengan keberadaan Kerajaan Sriwijaya, sebuah kerajaan besar yang pernah ada di bumi Sumatera. Namun tahukah Anda, bahwa Balaputradewa juga berkaitan dengan situs Keraton Ratu Boko?

Seperti termaktub dalam Prasasti Nalanda, Balaputradewa adalah cucu dari seorang raja Jawa yang dijuluki Wirawairimathana (penumpas musuh perwira). Julukan ini mirip dengan jullukan kakeknya Dharanindra, yang bisa dilihat pada Prasasti Kelurak.

Ayah Bala putradewa bernama Samaragrawira. Sementara ibunya bernama Dewi Tara dari Wangsa Soma. Sri Maharaja Balaputradewa merupakan anggota Wangsa Sailendra yang menjadi raja keempat Kerajaan Sriwijaya pada tahun 835 M.

Sejumlah penelitian menfsirkan bahwa Balaputradewa yang menjadi raja Kerajaan Sriwijaya pernah membangun biara kuno berbenteng batu yang awalnya bernama Abhayagiri Vihara, atau sering dikenal dengan sebutan Keraton Ratu Boko. Biara ini juga digunakan sebagai benteng pertahanan saat Balaputradewa digempur oleh kekuatan dari Rakai Pikatan, suami Pramodawardhani, seorang pewaris tahta Dinasti Syailendra.

Setelah mengalami kekalahan, Balaputradewa menyingkir ke Pulau Sumatera dan menjadi Raja Kerajaan Sriwijaya. Menurut versi lain, Balaputradewa tersingkir bukan karena perang, namun atas inisiatif sendiri. Dirinya menganggap bukan sebagai pewaris tahta Samaratungga, jadi tidak berhak atas kekuasaan di tanah Jawa.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan