Tari Dyah Bhumijaya Menghibur Pengunjung Ratu Boko

Taman Wisata Ratu Boko bersama dengan BPCB DIY Unit Ratu Boko menggelar pagelaran Tari Jelang Sunset, Minggu (8/9/2019). Gelaran pertunjukan di hari kedua ini menampilkan tari Dyah Bhumijaya.

Acara tersebut digelar sebagai bentuk kepedulian terhadap seni pertunjukkan tradisional. Pentas Sendratari Dyah Bhumijaya di mana salah satu acaranya diisi pensucian oleh pendeta sebelum dilanjutkan sedekah bumi dimana raja memberikan hasil bumi berupa umbi-umbian kepada para pengunjung yang hadir.

Lakon ini diambil dari kisah nyata berdasar catatan prasasti Watan Tija yang bertahun 802 Saka (880 Masehi) tersebut, menceritakan peperangan yang diawali dengan penculikan Rakyat Manak (istri Kayuwangi) oleh adiknya Rakyan Landhayan yang kemudian dibunuh oleh prajurit Medang dan dijadikan candi di tengah hutan.

GM Unit Ratu Boko Wiharjanto mengatakan bahwa gelaran tarian jelang sunset ini akan dikembangkan dan dijadwalkan sedemikian rupa, sehingga akan menjadi gelaran yang bersifat periodik di Ratu Boko.

“Gelaran tarian jelang sunset ini akan menjadi salah satu agenda rutin Ratu Boko ke depan, sehingga diharapkan dengan program ini pengunjung akan semakin tertarik berkunjung ke Ratu Boko ini. Program ini juga menjadi usaha kami untuk berupaya ikut melestarikan kebudayaan Indonesia.” Terangnya.

Sementara Kepala BPCB Zainul Azzah mengakui jika kegiatan tersebut digelar untuk mendukung jumlah kunjungan wisatawan ke Kraton Ratu Boko. Selain itu, kegiatan ini sebagai bentuk pengenalan situs budaya yang dapat digunakan untuk pemanfaatan ruang kesenian, terutama seni tradisional nusantara.

"Kami juga memberikan ruang berekspresi bagi kesenian tradisional. Semoga kesenian tradisional yang ada di masyarakat terus hidup dan tumbuh. Kami akan terus mendukung kegiatan di Ratu Boko yang berbasis kegiatan kesenian tradisional," terangnya.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan