Tari Jelang Sunset Di Kraton Ratu Boko

Matahari tampak malu menampakkan diri. Puluhan orang pengunjung di Keraton Ratu Boko menantikan kecantikannya menjelang terbenam menuju malam, Sabtu (7/9/19).

Namun tidak hanya menunggu sunset, para pengunjung juga disuguhi penampilan Tari Jelang Sunset, sebuah penampilan tari tradisional yang diadakan oleh seniman muda Yogyakarta. Kegiatan ini guna menghibur para pengunjung saat menunggu momen sunset di Ratu Boko.

Sore ini, Tari Beksan Srikandi Suradewati, sebuah tarian klasik gaya Yogyakarta dibawakan ke tengah hadapan pengunjung. Tari ini terinspirasi dari cuplikan kisah Mahabarata, dimana menceritakan tentang pertempuran antara Srikandi dengan Suradewati.

Alkisah, Suradewati dimintai tolong oleh Prabu Dasalengkara untuk melamar Dewi Siti Sendari yang merupakan keponakan dari Dewi Srikandi. Sayangnya, Dewi Siti Sendari sudah dijodohkan dengan Abimanyu putra dari Raden Arjuna. Sehingga tawaran Suradewati terpaksa ditolak.

Namun ternyata hal tersebut tidak menghentikan langkahnya, Suradewati tetap memaksa. Peperangan pun tak bisa dihindari. Pertempuran memperebutkan Dewi Siti Sendari tersebut akhirnya dimenangkan oleh Srikandi.

Penampilan tari yang berdurasi kurang lebih 1 jam ini benar-benar memanjakan para pengunjung dengan cuaca yang sejuk, pemandangan hijau dan dengan latar Keraton Ratu Boko yang mempesona. Hal itu terlihat dari penonton yang dengan bebas menonton sambil bersantai dengan keluarga maupun kerabatnya, ada yang sambil tiduran di rumput yang luas, maupun duduk bersila sambil sesekali bercengkrama.

Salah satu pengunjung asal Malang, Audia Magnolia (21 tahun), saat ditanyai tentang penampilan tari jelang sunset di Keraton Ratu Boko mengatakan, “Bagus sih, viewnya bagus cocok banget buat sunset. Tariannya juga mendukung.” Terang gadis asal Malang, Jawa Timur tersebut.

Pada kesempatan yang sama, General Manager Unit Ratu Boko, Wiharjanto, mengatakan bahwa ada permintaan dari beberapa pengunjung maupun rekanan untuk menambahkan jadwal tari jelang sunset ini di Ratu Boko, tidak hanya sebulan sekali, namun bisa ditambah menjadi dua atau tiga kali dalam sebulan.

Menanggapi permintaan tersebut, pihaknya menyebutkan sedang dalam proses koordinasi dengan pihak manajemen, karena diadakannya atraksi tari jelang sunset ini juga menjadi salah satu daya tarik pengunjung agar menjadi lebih banyak yang datang ke Keraton Ratu Boko.

“Untuk promosi tarian ini yang pertama, kami kerja sama dengan media, kita juga promo melalui media sosial, bagian promosi dan penjualan kami juga menginformasikan ke sekolah-sekolah, ke travel agent, berharap bisa mengatur paketnya ke Ratu Boko.” Jelas Wiharjanto.

Selain Tari Beksan Srikandi Suradewati, pada Minggu, 8 September 2019, juga ada penampilan Tari Dyah Bumijaya, yang ceritanya berkaitan dengan Keraton Ratu Boko, berdasarkan prasasti Wuatan Tija. Sendratari ini mengisahkan tentang perebutan kekuasaan Mataram Kuno sepeninggal Rakai Pikatan.


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan