Tentang Arca Siwa Mahadewa Di Candi Prambanan

Di dalam komplek Candi Prambanan terdapat banyak candi dengan tiga candi utama yang terbesar, yang sering disebut dengan Trimurti, yakni Candi Siwa, Candi Wisnu dan Candi Brahma. Letak Candi Siwa diapit oleh Candi Wisnu yang berada di sisi selatan dan Brahma berda di sisi utara. Namun di dalam candi yang paling mencolok karena bentuknya yang besar adalah Candi Siwa.

Di dalam Candi Siwa terdapat arca Siwa Mahadewa yang berada di sisi timur candi. Siwa sebagai Mahadewa merupakan siwa dalam kedudukan yang paling tinggi, yaitu sebagai raja dari para dewa, dengan sakti atau istri Uma atau Parwati.

Arca Siwa Mahadewa yaitu Siwa dalam posisi berdiri di atas teratai, berbentuk yoni dengan saluran pembuangan air di sepanjang tepi permukaannya. Konon Arca Siwa ini menggambarkan Raja Balitung dari Mataram Hindu (898-910) yang dipuja sebagai Siwa. Arca Dewa Siwa pun dibuat dengan ukuran paling besar dari kedua arca dewa utama lainnya.

Arca Dewa Siwa memiliki ukuran tinggi 276 cm,bila dihitung dari alas menjadi 409 cm. Arca ini memiliki Lakca (atribut atau simbol) Siwa yaitu chandrakapala (tengkorak di atas bulan sabit), jatamakuta (mahkota keagungan), dan trinetra (mata ketiga) di dahinya. Arca ini memiliki empat lengan yang memegang atribut Siwa, seperti aksamala (tasbih), camara (rambut ekor kuda pengusir lalat), dan sebuah trisula. Arca ini mengenakan upawita (tali kasta) berbentuk ular naga (kobra).

Pada dinding kaki di sisi utara dan selatan Candi Siwa, hiasan singa di atas diapit dengan panil yang memuat pahatan sepasang binatang yang sedang berteduh di bawah sebatang pohon kalpataru yang tumbuh dalam jambangan. Berbagai binatang yang digambarkan di sini, di antaranya: kera, merak, kijang, kelinci, kambing, dan anjing. Di atas setiap pohon bertengger dua ekor burung.

Pada sisi-sisi lain dinding kaki candi, baik kaki Candi Siwa maupun candi besar lainnya, panil bergambar binatang ini diganti dengan panil bergambar kinara-kinari, sepasang burung berkepala manusia, yang juga sedang berteduh di bawah pohon kalpataru.

Pada Candi Siwa ini terdapat 24 panel utama yang dikelompokkan ke dalam 24 episode cerita, dimulai dari panel pertama yang terletak di samping kiri pintu masuk. Menuju ke badan candi terdapat tangga masuk yang mempunyai pipi tangga bermotif ujung makara dan pada bagian badan candi terhadap ruangan utama yang besar menghadap ke arah timur dan tiga ruangan lainnya, pintu masuk menghadap ke arah barat, utara, dan selatan.

Pada bagian atap dasar terdapat genta besar yang berbentuk seperti stupa Budha. Puncak mastaka atau kemuncak candi ini dimahkotai modifikasi bentuk wajra yang melambangkan intan atau halilintar.

Pada kaki bangunan terdapat pelipit berbentuk nimna. Tangga naik candi memiliki pipi tangga berujung makara dengan pangkal kepala kala.
Situs ini memiliki 4 buah pintu masuk dan 5 bilik ruang. Di semua pintu dihiasi dengan arca singa dan arca lokapala sebagai penjaga. Lokapala adalah dewa-dewa penjaga arah mata angin yaitu Dewa Indra, Agni, Yama, Baruna dan Bayu.

*Berbagai Sumber


Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan