Kendalikan Harga, Bulog Keluarkan 9.600 Ton Beras Per Hari

PERUM Bulog terus melaksanakan operasi pasar untuk komoditas beras guna menjaga harga tidak terkerek naik.

Pada awal tahun, perseroan mengaku lebih masif melakukan kegiatan tersebut mengingat pada masa-masa seperti ini, ketika sebagian besar wilayah masih dalam proses tanam dan tidak ada hasil panen, harga beras cenderung mengalami kenaikan.

“Tahun boleh berganti, tapi operasi pasar terus berjalan. Hari ini, kami keluarkan yang paling besar yaitu 9.500 ton di seluruh wilayah Indonesia. Ini akan dilakukan terus. Kami masih punya target untuk mengguyur pasar sampai 15.000 ton per hari,” ujar Direktur Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Tri Wahyudi Saleh kepada Media Indonesia, Kamis (3/1).

Ia mengatakan, sejauh ini, pihaknya tidak menemukan kendala berarti dalam pendistribusian komoditas pangan utama tersebut. Bahkan, ketika bencana seperti banjir dan tanah longsor menerjang beberapa daerah, pengiriman beras ke berbagai pasar di daerah tetap berjalan lancar.

“Ini bisa terjadi karena kami sejak Oktober telah menyiapkan stok di gudang-gudang Bulog di seluruh daerah. Dengan bantuan BMKG, kami sudah analisa kalau Desember, Januari akan ada curah hujan dan gelombang tinggi. Itu sudah kami antisipasi,” tuturnya.

Dengan demikian, lanjutnya, stok beras yang kini sudah tersebar di gudang-gudang perseroan di berbagai daerah tinggal dikirim ke berbagai titik sesuai dengan kebutuhan tiap-tiap wilayah.

Untuk saat ini, dengan melansir data dari Badan Pusat Statistik, Bulog mencatat kenaikan harga yang signifikan terjadi di daerah Sibolga, Serang, Bogor, Yogyakarta, Probolonggo, Bima, Sorong dan Merauke.

“Rata-rata harga beras tertinggi itu Rp11.500 per kilogram (kg). Itu beras secara umum, tanpa klasifikasi medium dan premium,” ucap Tri.

Ia pun menilai operasi pasar yang telah dilakukan sejak tahun lalu telah memberikan kontribusi terhadap kestabilan harga beras yang terjadi saat ini.

“Sekarang secara nasional rata-rata kenaikan hanya Rp40-Rp50 per kg. Kalau kami Bulog tidak laksanakan operasi pasar sejak tahun lalu, mungkin kenaikan bisa tembus Rp200 per kg. Jadi ada kontribusi intervensi ke pasar,” tandasnya. (OL-2)

Sumber : http://mediaindonesia.com/read/detail/207953-kendalikan-harga-bulog-keluarkan-9600-ton-beras-per-hari


Kategori Berita