Bedakan Fakta dan Hoax Corona, Milenial Dahana Adakan Diskusi Online

Guna menambah wawasan mengenai langkah-langkah pencegahan dan karakteristik Covid-19, Forum Alena, YES !, sebuah forum yang mewadahi karyawan milenial PT DAHANA (Persero) menggelar kajian tematik berbasis online melalui video conference aplikasi Zoom dan terbuka untuk seluruh Karyawan DAHANA se-Indonesia pada Rabu, 1 April 2020.

Kajian dengan tema bahasan “Corona Jangan Membuat Merana, Antara Fakta dan Hoax” menghadirkan dr. Eno sebagai narasumber dan Sis Dini sebagai moderator serta diikuti oleh karyawan DAHANA baik Kantor Subang, Jakarta maupun yang berada di Site Project DAHANA diseluruh Indonesia.

Dalam kesempatan kali ini, Kajian online diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Sekretaris Perusahaan PT DAHANA (Persero) Asep Maskandar yang juga sebagai Ketua Satgas Penanganan Corona di DAHANA.

“Mari kita sama-sama mencegah penyebaran Covid-19 agar tidak semakin meluas, jaga kondisi kesehatan dan lingkungan. DAHANA sudah membentuk satgas penanganan Corona, mudah mudahan kondisi segera pulih agar aktivitas kita bisa normal kembali,” ungkap Asep dalam pengantarnya.

Jalannya kajian berlangsung selama satu jam dan dipimpin oleh oleh moderator.  Peserta tampak antusias mengajukan banyak pertanyaan kepada narasumber.   Juli Jajuli salah satu peserta mengajukan pertanyaan mengenai manfaat berjemur dibawah sinar matahari dalam pencegahan Covid-19 dan langsung dijawab oleh dr.Eno selaku narasumber.

“Sebenarnya fungsi dari berjemur dibawah sinar matahari itu bukan untuk membunuh virus, tetapi untuk membangunkan sistem imun tubuh agar tidak mudah terserang oleh virus,” jawab dr. Eno.

Diskusi semakin menarik dengan kehadiran Direktur Operasi PT DAHANA (Persero) Bambang Agung.  Selain berbicara tentang detail penyebaran corona, pria yang biasa dipanggil Agung ini berpesan kepada seluruh karyawan Dahana untuk bersyukur dan tidak stress.

“Manajemen terus berupaya menjalankan roda perusahaan di tengah wabah corona ini, semoga semuanya terus semangat, sehat dan segera dapat beraktivitas normal kembali,” harapnya.

Diakhir kajian, moderator menyampaikan kesimpulan-kesimpulan bahwa dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini masyarakat tidak perlu cemas apalagi sampai stress, karena stress dapat mempengaruhi sistem imun tubuh sehingga daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit menjadi lemah. Selain itu juga masyarakat dituntut untuk menjadi pribadi yang cerdas jangan terpengaruh oleh berita-berita yang tidak benar atau hoax agar tidak timbul gejala psikotomatis atau efek panik dari membaca berita-berita yang berlebihan dan belum tentu kebenarannya. (rmt)


Kategori Berita