Gelar Raker, Dahana Siap Memenangkan Persaingan di Era Disrupsi

Gelaran rapat kerja tahunan PT DAHANA (Persero) resmi dibuka.  Rapat kerja yang digelar di Green Forest Resort Lembang ini dibuka oleh Komisaris Saud Usman Nasution yang mewakili komisaris utama.  Rapat kerja yang membahas rencana strategis 2018 perusahaan bahan peledak pelat merah ini akan berlangsung pada 25 – 26 Januari 2018.

Raker Penjabaran RKAP ini adalah Raker yang ke-17, merupakan agenda rutin tahunan yang biasa digelar DAHANA di awal tahun, dan diikuti oleh eselon 1 hingga eselon 3. Sedikitnya acara ini diikuti oleh 60 orang pejabat di DAHANA.   Ibarat membangun rumah, agenda Raker ke-17 ini adalah sebuah pondasi, titik awal membangun target selama setahun kedepan.

Dalam sambutannya, Saud Usman Nasution mengucapkan selamat atas kinerja baik Dahana pada 2017, “Walaupun dalam kondisi lingkungan usaha yang kurang baik, Dahana berhasil mencetak laba,” ujar Saud Usman.

Menurutnya, hasil ini merupakan hasil kerja seluruh elemen yang ada di Dahana.  Tugas perusahaan di 2018 tidak semakin ringan.  Komisaris berharap karyawan harus lebih jeli dalam melaksanakan kerja.  “Makanya, rapat kerja ini menjadi penting untuk merumuskan strategi, sekaligus sebagai forum komunikasi antar karyawan dan manajemen Dahana,” tambahnya.

Saud Usman juga menekankan untuk melakukan evaluasi kinerja sebelumnya.  Dia berpesan, jangan lekas berpuas diri dengan pencapaian sebelumnya.  “Terus bergerak maju, lebih kreatif dan optimis.   Dengan bahu membahu, semua kesulitan akan terlalui dengan hasil yang baik,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Raker RKAP ke-17, Wildan Widarman, mengungkapkan tentang pencapaian Raker tahun sebelumnya, "2017 lalu, target penjualan kita melebihi target RKAP-nya, angkanya mencapai 1, 5 Triliun, begitupun peningkatan aset perusahaan kini mendekati angka 1,5 T. Dan untuk pertama kalinya pencapaian laba bersih kita mencapai angka tiga digit," ungkap Wildan saat menyampaikan laporannya.

Berawal dari pondasi dan pencapaian target Tahun 2017, karenanya tema yang diangkat pada RKAP 2018 adalah Membangun Pondasi yang Kuat untuk Mencapai Lompatan Besar di Masa yang Akan Datang, "Stronger Greater Brighter Future"

Pencapaian target 2017, menurut Wildan adalah pencapain yang luar biasa. Selain pencapaian program pendek 2017, ada juga rencana jangka panjang 2017-2021, bahwa DAHANA ditargetkan meningkatkan penjualan dan asetnya diangka 2 Triliun, "Sebuah lompatan yang sangat luar biasa, begitupun dengan laba bersih harus diangka 200 Milyar atau bahkan lebih," terang Deputi Direktur Rencana Perusahaan & Logistik.

"Tentunya DAHANA kedepan akan semakin besar, semakin besar, dan semakin besar. Untuk itu untuk menunjang strategi bisnis kedepan perlu menata kembali atau membangun kembali SDM, keuangan, teknologi, dan sistem-sistem lainnya agar menjadi pijakan yang kuat melaksanakan strategi bisnis," pungkas  Wildan.

Pada sesi berikutnya, Direktur Utama PT DAHANA (Persero) Budi Antono membangkitkan semangat peserta Raker.  Dengan spirit One Team One Goal, Budi Antono sangat optimis target-target yang telah ditetapkan dapat tercapai.   “Bukan hanya tercapai, bahkan sangat mungkin bisa terlampaui,” ungkap Budi Antono.

Dalam amanatnya,  Budi Antono juga menekankan Dahana harus memperkuat hulu dan hilir.  Beberapa diantaranya segera mewujudkan Pabrik Ammonium Nitrate, Elemented Detonator, TNT, HMX dan pabrik lainnya.

Budi juga banyak bercerita tentang sejarah lompatan Dahana dari era tahun 2000an hingga saat ini.   Sejak lepas dari era monopoli, sempat terseok-seok namun akhirnya Dahana dapat bangkit kembali.  “Jasmerah, jangan sekali-kali melupakan sejarah.  Pencapaian Dahana saat ini karena kita mampu bergandengan tangan dengan spirit one team one goal,” terang Budi Antono.

Budi juga mengapresiasi langkah pemerintah yang terus mengembangkan sinergi antar BUMN.   Peluang ini dapat ditangkap dengan cerdas oleh Dahana sehingga cukup banyak project-project operasi yang bersinergi dengan BUMN lainnya.

Bahkan saat ini Dahana telah mulai mengepakkan sayap ke Australia untuk mengembangkan pasar peledakan di Negara Kanguru tersebut.  “Penetrasi yang kami lakukan tidak hanya di dalam negeri, namun juga ekspansi ke luar negeri,” jelas Budi Antono.  

Para peserta raker juga mendapat pencerahan dalam sharing session dengan pemateri Priyantono Rudito, tenaga ahli menteri pariwisata bidang manajemen strategis.   Dalam paparannya, Priyantono banyak menginspirasi peserta melalui pengalamannya saat mengelola perusahaan Telkom dan Telkomsel dengan tema membangun kepemimpinan digital untuk memenangkan era disrupsi. (sya)


Kategori Berita