Optimalkan Peran Masjid, DKM Al-akhdhar Akan Studi Banding

Masjid Al-akhdhar merupakan salah satu masjid yang terbilang megah yang berada diujung batas Kabupaten Subang, tepatnya berada di jalur tengah perlintasan jalan antar provinsi Jl. Subang-Cikamurang.

Masjid ini didirikan oleh perusahaan plat merah PT DAHANA (Persero) dan masih berada dalam satu kawasan dengan Kantor Manajemen Pusat (Kampus) DAHANA.

Dalam pengelolaannya, masjid ini pun dikelola langsung oleh perusahaan DAHANA, dan kepengurusan DKM adalah karyawan PT DAHANA (Persero) yang mendapat pendampingan langsung oleh pihak MUI setempat.

Masjid dua lantai yang berada di tepi jalan raya ini selain digunakan untuk sarana ibadah, juga biasa dimanfaatkan oleh warga sekitar dalam kegiatan-kegiatan ke-Islaman.

Periodesasi kepengurusan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-akhdhar PT DAHANA (Persero), pada bulan Juni lalu telah berakhir. Kini DKM tengah mempersiapkan kepengurusan baru untuk dua tahun kedepan.

Selain akan mengagendakan pergantian kepemimpinan dan kepengurusan, DKM Al-akhdhar dalam waktu dekat ini berencana melakukan studi banding ke DKM di lingkungan BUMN lainnya. Hal ini diungkap langsung oleh Juli Jajuli, salah seorang pengurus DKM Al-akhdhar.

“Pengurus DKM Periode 2016-2018 pada Juni lalu sudah berakhir. Dan kita akan melaksanakan studi banding ke DKM di lingkungan BUMN lainnya, khususnya BUMN yang satu kluster dengan NDHI,” ungakap Juli Jajuli (4/7/2018).

Kegiatan kunjungan studi banding ini, terang Juli adalah dalam rangka menyusun kepengurusan dan program DKM baru. “Selain bersilaturahmi, dengan studi banding ini diharapkan dapat saling berbagi program dan pengalaman dalam memakmurkan masjid,” terangnya.

Ada dua masjid yang diagendakan akan dikunjungi. Kedua masjid ini berada di wilayah Bandung, yakni Masjid Al-Aqso, masjid yang berada di lingkungan BUMN PT Len Industri, dan Masjid Habiburohman PT Dirgantara Indonesia.

Masjid Habiburohman merupakan masjid yang termahsyur dengan kegiatan itikafnya. Dimana pada setiap bulan ramadhan masjid ini membolehkan para jamaah itikaf mendirikan tenda di pelataran masjid. Setiap tahunnya jamaah itikaf di masjid ini berjumlah kisaran 6000 hingga 7000 jamaah.

“Insyaallah, kami agendakan kunjungan ke kedua masjid ini pada Jumat pekan ini (6/7/2018)” pungkas Juli. (SYA)


Kategori Berita