Tinggalkan Tasikmalaya, Bangunan DAHANA Resmi Menjadi Milik TNI AU

Tahun 2017, perusahaan plat merah penghasil bahan peledak yang lahir dari rahim TNI AU ini telah resmi memindahkan semua fasilitas produksi handaknya dari Tasikmalaya ke Kawasan Energetic Material Center (EMC) di Kabupaten Subang.

Secara bertahap mulai 2012, PT DAHANA (Persero) melakukan ‘bedol desa’ ke Kota Nanas, Kabupaten Subang, diawali pemindahan perkantoran kemudian disusul dengan pemindahan fasilitas-fasilitas produksi.

Berpindahnya DAHANA dari Tasikmalaya ke Subang, tentunya tidak saja meninggalkan sejarah, namun juga meninggalkan seluruh gedung bangunannya. Bangunan DAHANA ini berada di dalam kawasan Lanud TNI AU Wiriadinata, Cibeureum, Tasikmalaya.

Pada 2 Agustus 2018, gedung dan bangunan DAHANA tersebut, secara resmi beralih kepemilikannya menjadi milik TNI AU. Kegiatan pengalihan aset DAHANA kepada TNI AU, dilakukan pada acara Penandatangan Berita Acara yang digelar di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta Timur.

Budi Antono, Direktur Utama PT DAHANA (Persero) mengungkapkan, kepindahan DAHANA ke Subang, bukan karena sebab apa-apa, salah satu alasan utama adalah, standarisasi Internasional perihal pabrik bahan peledak.

“Kami juga dituntut untuk terus berkembang dengan mendirikan pabrik-pabrik baru.  Dan tentunya ini membutuhkan lahan yang memadai.  Para pendahulu kami telah memutuskan Subang sebagai kota Dahana berikutnya. Oleh karenanya kami memulai babak baru di kota Subang,” terang Budi Antono dalam Sambutannya. (2/8/2018).

Berpindah ke tempat baru, tidak lantas merenggangkan DAHANA dengan ibu kandungnya. Dahana dan Tasikmalaya tidak dapat dipisahkan. Begitu pun Dahana dengan TNI Angkatan Udara.  

Sejarah mencatat,  DAHANA sebagai pionir di industry bahan peledak berawal dari proyek Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI) pada tahun 1966 yang dikenal dengan Proyek Menang di Tasikmalaya.  Baru kemudian pada tahun 1973 secara resmi menjadi Perusahaan Umum DAHANA  dan pada 1991 baru ditetapkan sebagai Perusahaan Perseroan.

“Pada mulanya dirut-dirut DAHANA sebelumnya datang dari AURI.  Jadi boleh dibilang, ada darah tentara dalam diri DAHANA,”ujar Dirut DAHANA.

Di tempat baru pun DAHANA masih tetap menjalin kemesraan dengan TNI AU, khusunya dengan Lanud Suryadarma, Kali Jati, Subang. Begitu pun dengan ruh dan semangatnya, jika kita perhatikan, Bintang pada logo Dahana merepresentasikan simbol AURI.  Begitu pun bentuk bangunan Kampus Dahana di Subang dengan lima Gedung identik membentuk Bintang.  

“Dalam bidang pelatihan dan pengamanan dengan kami bekerja sama dengan Lanud Suryadarma.   Itu semua membuktikan bahwa kedekatan antara DAHANA dan AURI tidak lekang oleh jarak,” pungkasnya.

Sementara itu Marsekal Muda TNI Eko Supriyanto, Asisten Logistik Kasau, dalam sambutannya menuturkan, aset-aset DAHANA yang diserahkan kepada TNI AU, terdiri dari 57 aset berupa bangunan eks kantor pusat, pergudangan, dan bangunan penunjangnya.

“Ada juga bangunan lainnya yang dibangun oleh DAHANA, seperti rumah dinas, dan fasilitas umum lainnya,” terang Asisten Logistik Kasau.

Eko pun menjelaskan, pemindahan aset DAHANA ke TNI AU, sebagaimana perjanjian kerjasama serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dengan berakhirnya masa waktu pemanfaatan aset tanah TNI AU Wiriadinata oleh DAHANA, maka semua aset yang telah dibangun selama ini diserahkan kepada TNI AU.

“Dengan pemindahan aset bangunan DAHANA kepada TNI AU ini dapat menambah kemampuan TNI AU dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan Negara pada masa mendatang,” ujarnya.

“Kami ucapkan terimakasih yang setinggi-tingginya kepada DAHANA atas kerjasama dan komitmennya selama ini. Semoga DAHANA semakin sukses dalam mengembangkan perusahaannya,” pungkas Eko. (SYA)


Kategori Berita