Menteri BUMN kunjungi BUMN Bahan Peledak<!--:-->

Tasikmalaya, 8 Juni 2012 – Menteri BUMN RI Dahlan Iskan mengunjungi pabrik bahan peledak milik PT DAHANA di Tasikmalaya, Jawa Barat.  Acara yang dilaksanakan Jumat, 8 Juni 2012 ini merupakan rangkaian kunjungan Menteri BUMN di Priangan Timur dalam rangka Hari Lingkungan Hidup, pemberdayaan masyarakat dan ketahanan pangan.

Menteri BUMN beserta rombongan diterima langsung oleh Direktur Utama PT DAHANA (Persero) Tanto Dirgantoro didampingi oleh Direktur Operasi Budi Antono beserta pejabat PT DAHANA. During in the Dahana, SOEs Minister discussed with the Dahana’s Board of Directors about the development of the explosives industry in Indonesia and reviewing explosives factory in the area of ​​Ring I. Visited factory are shaped charges and cartridge emulsion factory. Explosives Shaped charges itself commonly used to support oil and gas mining sector, while the cartridge emulsion used in the mining sector, quarrying and construction. The entourage also treated to a demo of dayagel magnum’s explosion in a bunker located in the area of ​​Ring I, PT Dahana (Limited). As is known, PT Dahana is a State-Owned Enterprise in the field of explosives that serve the general mining sector, quarrying and construction, oil and gas, and began targeting the defense sector. In order to develop its business, PT Dahana gradually relocates production facilities and offices to Subang, West Java. This is also due to safety distance to plant explosives getting small along with the residential growth around the factory. Unlike in Tasikmalaya, where the land is Air Force-owned land with lease system, Dahana’s land in Subang with an area of ​​nearly 600 acres of the own property and is better known as Energetic Materials Center (EMC). This Energetic Materials Center (EMC) development project located in Subang has been completed and the plan will be establish in July 2012. In the EMC complex builds the factory, warehouse, materials and explosive laboratories and its development are integrated. In addition to commercial explosives, the EMC is also a center of industrial development of military explosives. The entourages who followed the Plant tour are 'forced' to take part in a walk when visit the factories that were located quite far away. And is not Mr. Dahlan Iskan if not make us shaking our head, this time the Minister took over the steering wheel from the driver who had been prepared at the time of leaving Dahana to the next location of the visit.

Selama di Dahana, Menteri BUMN berdiskusi dengan jajaran direksi Dahana seputar perkembangan industri bahan peledak di Indonesia dan meninjau pabrik bahan peledak yang berada di area Ring I.   Pabrik yang dikunjungi adalah pabrik shaped charges dan cartridge emulsion.  Bahan peledak shapedcharges sendiri biasa digunakan untuk mendukung sektor tambang migas, sedangkan cartridge emulsion biasa digunakan di sektor pertambangan umum, kuari dan konstruksi.   Rombongan juga disuguhi dengan demo peledakan dayagel magnum di bunker yang berlokasi di area Ring I, PT Dahana (Persero).

Sebagaimana diketahui, PT Dahana merupakan BUMN di bidang bahan peledak yang melayani sektor pertambangan umum, kuari dan konstruksi, minyak dan gas, serta mulai menyasar ke sektor pertahanan.

Dalam rangka pengembangan bisnisnya, PT Dahana secara bertahap merelokasi fasilitas produksi dan perkantoran ke Subang, Jawa Barat.  Hal ini juga disebabkan karena safety distance untuk pabrik bahan peledak semakin sempit seiring dengan pertumbuhan pemukiman di sekitar pabrik.   Berbeda dengan di Tasikmalaya, dimana lahannya milik Angkatan Udara dengan sistem sewa, lahan Dahana di Subang dengan luas hampir 600 hektar merupakan milik sendiri dan lebih dikenal dengan nama Energetic Material Center (EMC).

Project pembangunan Energetic Material Center (EMC) yang berlokasi di Subang ini telah rampung dan rencananya diresmikan bulan Juli 2012 nanti.  Di komplek EMC ini berdiri pabrik, gudang, laboratorium bahan peledak dan pengembangannya yang terintegrasi.  Selain bahan peledak komersial, di EMC ini juga menjadi pusat pengembangan industri handak militer.

Rombongan yang mengikuti plant tour tersebut ‘dipaksa’ untuk turut berjalan kaki mengunjungi pabrik-pabrik tersebut yang jaraknya lumayan jauh.  Dan bukan Pak Dahlan Iskan jika tidak mengundang geleng-geleng kepala, kali ini Pak Menteri mengambil alih kemudi mobil dari pengemudi yang telah disiapkan pada saat meninggalkan Dahana menuju lokasi kunjungan selanjutnya.


Kategori Galery