Dapat Insentif dari Jokowi, 16 Pabrik Baru Bebas Bea Impor

Jakarta -Pemerintah mengumumkan ada 16 pabrik baru padat karya yang akan dibangun. Perusahaan yang membangun mendapatkan insentif dari pemerintah berupa pembebasan bea masuk untuk peralatan/mesin.

Hal tersebut seperti diungkapkan Deputi Pengendalian Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis, dalam keterangannya, Sabtu (10/10/2015).

"16 perusahaan tersebut mendapatkan insentif meski jumlahnya tidak terlalu besar. Yakni pembebasan bea impor peralatan. Ini memang prioritas kami, selain insentif kami juga memfasilitasi jika ada permasalahan, kami akan membantu," kata Azhar.

Menurut Azhar, program padat karya ini memang ditujukan untuk daerah daerah 'terpencil' yang sama sekali belum tersentuh investasi perusahaan. Dia mengatakan, dengan adanya investasi tersebut diharapkan mampu membendung arus urbanisasi ke kota besar serta memberikan multiplier efek di daerah tersebut.

Dengan berdirinya pabrik tersebut, maka akan terjadi penyebaran kegiatan ekonomi, jadi kegiatan ekonomi tidak hanya disekitar Jawa Barat dan Jakarta saja. Selain itu, sarana penunjang juga akan menjadi fokus perhatian dari pemerintah dari program ini.

Dia mencontohkan, yang tadinya jalan di sekitar pabrik tergolong buruk, dengan dibangunnya pabrik maka akan ada distribusi barang dengan frekuensi yang sering. Sehingga mendorong untuk perbaikan infrastruktur jalan.

Untuk mendorong masuknya aliran investasi, pemerintah berjanji untuk membenahi sejumlah peraturan yang selama ini menghambat masuknya investor ke daerah. Pemerintah akan melakukan pemangkasan, penghapusan dan menyederhanakan proses perijinan.

Seperti diketahui, dari 16 pabrik tersebut, 7 di antaranya adalah industri kulit, barang dari kulit, dan sepatu dengan total penyerapan tenaga kerja 58.300 orang dalam kurun waktu 2015-2019.

Tujuh perusahaan tersebut adalah PT Pou Yuen Indonesia, PT Chan Shin Reksa Jaya, PT Adis Dinamika Sentosa, PT Feng Tay Indonesia Enterprises, PT Parkland Wolrd Indonesia, PT Selalu Cinta Indonesia, dan PT Seng Dam Jaya Abadi.

Lalu ada 8 dari industri tekstil dengan rencana penyerapan tenaga kerja 57.705 orang dalam kurun waktu 2015-2019.

Delapan perusahaan tersebut adalah PT Sri Rejeki Isman, PT Jaya Perkasa Textile, Pt Rayon Utama Makmur, PT Nesia Pan Pacific Clothing, PT Eco Smart Garment Indonesia, PT Delta Merlin Dunia Textile, PT Delta Merlin Sandang Textile, PT Apparel One Indonesia, dan PT Jaya Perkasa Textile.

Untuk industri makanan dan minuman (mamin) sebanyak 1 perusahaan yaitu PT Kaldu Sari Nabati Indonesia.

Berikut daftar 16 lengkap pabrik tersebut:


  1. ‎PT Pou Yuen Indonesia di Cianjur, Jawa Barat, total tenaga kerja yang dibutuhkan 15.000.
  2. PT Chang Shin Reksa Jaya di Bandung, Jawa Barat, total tenaga kerja yang dibutuhkan 2.300.
  3. PT Feng Tay Indonesia Enterprise di Bandung, Jawa Barat, total tenaga kerja yang dibutuhkan 2.000.
  4. PT Adis Dinamika Sentosa di Majalengka, Jawa Barat, total tenaga kerja yang dibutuhkan 5.000.
  5. PT Kaldu Sari Nabati di Sumedang‎, Jawa Barat, total tenaga kerja yang dibutuhkan 5.280.
  6. PT Sri Rejeki Isman (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, total tenaga kerja yang dibutuhkan 1.400.
  7. PT Rayon Utama Makmur di‎ Sukoharjo, Jawa Tengah, total tenaga kerja yang dibutuhkan 5.000.
  8. PT Nesia Pan Pacific Clothing di Wonogiri, Jawa Tengah, total tenaga kerja yang dibutuhkan 12.600.
  9. PT Eco Smart Garmen Indonesia di Boyolali, Jawa Tengah, total tenaga kerja yang dibutuhkan 13.000.
  10. PT Apparel One Indonesia di Semarang, Jawa Tengah, total tenaga kerja yang dibutuhkan 10.800.
  11. PT Parkland World Indonesia di Jepara, Jawa Tengah, total tenaga kerja yang dibutuhkan 20.000.
  12. PT Seng Dam Abadi Jaya di Jepara, Jawa Tengah, total tenaga kerja yang dibutuhkan 9.000.
  13. PT Selalu Cinta Indonesia di Salatiga, Jawa Tengah, total tenaga kerja yang dibutuhkan 5.000.
  14. PT Jaya Perkasa Textile di Sukoharjo, Jawa Tengah, total tenaga kerja yang dibutuhkan 11.005.
  15. PT Delta Merlin Dunia Textile di Sukoharjo, Jawa Tengah, total tenaga kerja yang dibutuhkan 2.300.
  16. PT Delta Merlin Sandang Textile di Sragen, Jawa Tengah, total tenaga kerja yang dibutuhkan 1.600.


Total di Jawa Barat ada 29.580 lapangan kerja baru dari 5 pabrik baru, dan di Jawa Tengah ‎ada 91.705 lapangan kerja di 11 pabrik baru, sehingga total ada 121.285 lapangan kerja dari 16 pabrik baru ini.
Dukungan BUMN

PT Energy Management Indonesia salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak dibidang konversi dan konservasi air & energi mendukung pemerintah yakni "Program investasi padat karya menciptakan lapangan kerja". Hal ini tercermin dari pembangunan pabrik pelet kayu di Purworejo yang sudah sampai tahap groundbreaking.

Aris Yunanto, Direktur Utama EMI mengungkapkan, pembangunan pabrik pelet kayu ini akan melibatkan penduduk yang menjadi petani di sekitar Purworejo antara lain Wonosobo, Kebumen hingga Banyumas. Menurut dia, penduduk akan terlibat dalam penyediaan dan pengolahan bahan baku pelet kayu tersebut.

Dia mengatakan, petani yang menjadi anggota Koperasi unit desa (KUD) sekitar Purworejo akan menjadi penyedia bahan utama pelet yakni kayu Kaliandra.

"Penduduk Purworejo juga menjadi pekerja di pabrik, Ini akan menggerakan roda ekonomi Purworejo," kata Aris.

Aris menjelaskan, pembangunan pabrik pelet kayu di Purworejo karena daerah strategis yang dekat dengan Yogyakarta. Purworejo juga merupakan pemasok kayu Kaliandra yang melimpah untuk menjadi bahan baku pelet kayu. Dia mengatakan terdapat kebun kaliandra yang sangat luas serta banyak pabrik kayu yang limbahnya bisa dimanfaatkan jadi pelet kayu.

 

(rrd/drk) 


Kategori Kegiatan