PPJT Tiga Ruas Tol Senilai Rp 21, 6 Triliun Ditandatangani

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Menandatangani tiga Perjanjian Pengusaha Jalan Tol (PPJT) senilai Rp 21,60 triliun untuk pembangunan tol sepanjang 171,01 Km pada Jumat (4/9) di Jakarta. Tiga ruas jalan tol tersebut yaitu Bakauheni-Terbanggi Besar (140, 93 Km jalan utama dan 14, 50 km jalan akses), Palembang-Indralaya (21, 93 Km jalan utama dan 2, 55 Km jalan akses) dan Soreang-Pasir Koja (8, 15 Km)

Penandatanganan dilakukan oleh direktur Jendral Bina Marga , Hediyanto W. Husaini yang mewakili pihak kementerian PUPR dengan pihak investor dari PT Hutama Karya di wakili oleh  Direktur Utama , I Gusti Ngurah Putra  untuk ruas Bakauheni - Terbanggi Besar dan Palembang - Indralaya serta gabungan PT Wijaya Karya, PT Citra Marga Nusaphala, dan PT Jasa Sarana, yaitu PT Citra Marga Lintas Jabar untuk ruas Soreang - Pasir koja

Menteri PUPR, Basuki Hadimoeljino mengatakan, ketiga jalan tol tersebut akan menghubungkan pusat kegiatan nasional dengan pusat kegiatan strategis lainnya seperti bandara, pelabuhan dan lainnya. Dengan terhubungnya pusat-pusat kegiatan itu maka distribusi logistic akan lebih cepat dengan biaya lebih murah sehingga meningkatkan daya saing.

Direktur Utama Hutama Karya menjelaskan, untuk pembangunan Bakauheni - Terbanggi besar  dan Palembang - Indralaya yang merupakan bagian dari jalan tol Trans Sumatera, diterapkan skema penugasan kepada PT Hutama Karya. Penugasan tersebut berdasarkan peraturan Presiden (Perpres) Nomor  100 Tahun 2014 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera.

“Skema ini diberlakukan untuk ruas-ruas jalan tol yang layak secara ekonomi namun tidak layak secara finansial dan secara pendanaan pemerintah memiliki keterbatasan,” terangnya

Dengan skema penugasan, untuk tol Bakauheni - Terbanggi Besar, ada bagian ekuitas yang harus dipenuhi PT Hutama Karya senilai Rp 8,727 triliun. Sementara untuk pinjaman perbankannya senilai Rp 8,067 triliun. Konstruksi tol tersebut direncanakan rampung pada tahun 2018, sedangkan untuk proses pengadaan tanahnya selesai pada 2016. Tol tersebut terbagi menjadi tiga seksi yaitu Pelabuhan Bakauheni - Interchage (IC) Sidomulyo, IC Sidomulyo- IC Branti dan IC Branti-IC Terbanggi Besar.

Untuk pembangunan jalan tol Pembangunan Palembang-Indralaya, PT Hutama Karya harus memenuhi bagian ekuitas sebesar Rp 2,31 triliun. Sumber pendanaan lainnya akan berasal dari pinjaman perbankan senilai Rp 990,336 miliar. Ruas tol Km tersebut juga terbagi menjadi tiga seksi yaitu Palembang-IC Pamulutan, IC palumutan-IC KTM serta IC KTM-Indralaya.

Pembebasan lahan ditargetkan dapat selesai pada akhir tahun ini. Sementara pengerjaan fisiknya direncanakan rampung pada 2017. Sebagai informasi, PT Hutama Karya mendapatkan hak pengusaha (konsesi) untuk tol Bakauheni-Terbanggi Besar dan Palembang-Indralaya selama 40 tahun sejak penerbitan Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) oleh BPJT.

Ruas lainnya yang ditandatangani PPJT-nya adalah tol Soreang-Pasirkoja dengan dana investasi Rp 1,51 triliun. Tol tersebut akan menjadi akses yang menghubungkan Kota Bandung ke Bandung Selatan. Hal ini bertujuan untuk pemerataanperkembangan daerah di Bandung yang selama ini masih bertumpu di wilayah Utara.Selain itu, tol Soreang-Pasir Koja merupakan salah satu infrastruktur yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional XVI di Jawa Barat  


Kategori Berita