IKI bersinergi bersama Perindo Perkuat Kedaulatan Maritim Nasional

Guna mewujudkan kedaulatan maritim nasional khususnya dalam bidang sistem logistik perikanan nasional yang dicanangkan pemerintah, disela-sela pelaksanaan IDB Expo di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu, 20 September 2017, telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Industri Kapal Indonesia (Persero) dan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) tentang pengembangan aset dan infrastruktur perikanan serta pemanfaatan fasilitas penunjang lainnya.

Direktur Utama PT IKI, Edy Widarto dalam acara tersebut menyampaikan terima kasih serta apresiasi yang mendalam atas kepercayaan yang diberikan kepada PT Industri Kapal Indonesia (Persero) atas jalinan kerjasama dengan Perum Perikanan Indonesia dalam  hal kerjasama pengembangan bisnis perikanan dan infrastruktur perikanan, khususnya di wilayah Indonesia Timur dimana dengan pelaksanaan kerjasama ini tentu telah menjadi bukti atas kualitas yang dimiliki oleh PT IKI dalam bidang penunjang industri maritim, khususnya dalam bidang pembangunan dan perbaikan kapal termasuk dalam penyediaan kapal nelayan dan fasilitas perikanan lainnya .

Direktur Utama Perum Perikanan Indonesia dalam sambutannya menyampaikan alasan bekerjasama dengan IKI untuk dukungan perbaikan kapal-kapal Perindo yang beroperasi di Lautan Arafura.Selain itu, lanjut dia, tambahan modal kerja itu juga akan dipakai untuk merealisasikan kerjasama operasi kapal penampung yang selama ini ada Di PT IKI. Yaitu KM Mina Jaya. "Inilah wujud sinergi BUMN. Perindo perlu tambahan kapal penampung. Sementara IKI ada kapalnya," tambahnya. 
Sementara untuk Kerjasama dengan nelayan Indramayu, menurut Syahril mwmbutuhkan dukungan bengkel perbaikan kapal. Rencanya total akan ada 300 kapal nelayan Indramayu yang dikerjasamakan dengan Perindo untuk operasi penangkapan di Papua. Dalam perjanjian Kerjasama dengan nelayan Indramayu Itu, selain membeli ikan hasil tangkapan, Perum Perindo juga akan menyediakan fasilitas perbaikan kapal milik para nelayan Itu. "Untuk itu, kami menggandeng IKI yang memiliki kompetensi di bidang perbaikan kapal," tambahnya lagi.

Dengan dukungan bengkel perbaikan kapal dan juga kapal penampung berukuran jumbo (minimal 300 GT) dari PT IKI, Syahril yakin operasi penangkapan dan perdagangan ikan Perum Perindo di Papua dan sekitarnya akan makin kuat. Sekaligus menguatkan komitmen Perum Perindo selaku BUMN yang mendapat tugas dari Pemerintah sebagai operator utama Sistem Logistik Ikan Nasional.

Turut hadir menyaksikan penandatanganan MoU ini antara lain : Deputi Bidang Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kementerian BUMN, Fajar Harry Sampurno Kuffal, dan beberapa Pejabat Kementerian BUMN serta Direksi BUMN yang tergabung dalam kluster National Shipyard Heavy Industries (NSHI) dan  National Defence and Hi-Tech Industries (NDHI). (bh)



Kategori Berita
Sub Kategori Artikel,Kegiatan