Berpartisipasi Sebagai Sponsor Gold dalam IBDexpo 2016, Booth INALUM Dibanjiri Pengunjung

Walaupun tergolong sebagai BUMN termuda di Indonesia, PT INALUM (Persero) tetap menunjukkan taringnya di kegiatan Indonesia Business & Development Expo 2016 (IBDexpo 2016). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan diselenggarakan di Jakarta Convention Center tanggal 8-11 September 2016 ini memamerkan proyek-proyek pengembangan yang dilaksanakan oleh semua BUMN, tidak terkecuali oleh INALUM yang berpartisipasi sebagai sponsor Gold pada kegiatan ini. Booth INALUM memamerkan proyek-proyek pengembangan yaitu proyek diversifikasi aluminium, pembangunan pabrik Calcined Petroleum Coke (CPC), pembangunan pabrik Smelter Grade Alumina (SGA), pengembangan kapasitas produksi smelter aluminium, dan lain-lain. Tidak ketinggalan INALUM juga memberikan kuis dan souvenir menarik yang membuat booth INALUM dibanjiri oleh pengunjung setiap harinya.

Selain itu, INALUM juga memamerkan produk-produk turunan dari buyer seperti velg, piston, alloy, billet, dan lain-lain. Produk UKM binaan khas Sumatera Utara juga dipamerkan dan mendapatkan antusiasme yang tinggi dari para pengunjung seperti kain ulos, songket, sepatu bunut, miniatur rumah, kopi Sidikalang dan lain-lain. Produk UKM binaan ini merupakan hasil produksi dari mitra-mitra Program Kemitraan & Bina Lingkungan (PKBL) INALUM. IBDexpo 2016 ini juga dimanfaatkan oleh INALUM untuk membuka job fair, INALUM pada tanggal 5-10 September 2016 membuka rekrutmen karyawan untuk level pendidikan S1 dan D3. Job fair ini juga mendapatkan antusiasme yang tinggi khususnya dari para fresh graduate yang hadir di Jakarta Convention Center, Senayan. Lebih dari 1.000 pelamar menyerahkan berkas lamarannya kepada INALUM.

Pada hari pembukaan IBDexpo 2016, Wakil Presiden RI Jusuf Kalla dan Menteri BUMN Rini Soemarno masuk ke dalam booth INALUM. Rini dan Jusuf Kalla didampingi beberapa utusan Kementerian BUMN RI beserta Direktur Utama PT INALUM (Persero) Winardi berkeliling booth melihat proyek-proyek pengembangan serta produk binaan UKM dari INALUM. Setelah berkeliling booth, tidak ketinggalan pertunjukan tarian tor-tor ditampilkan sebagai sajian akhir sebelum Rini dan Jusuf Kalla meninggalkan booth INALUM.

Selain itu, Winardi dalam wawancara khususnya di booth INALUM menyampaikan sejak menjadi BUMN, INALUM terus menunjukkan peningkatan kinerja. Hal ini bertolak belakang dengan anggapan bahwa INALUM setelah menjadi BUMN kinerjanya akan melorot. Justru sekarang setelah 2 tahun INALUM menjadi BUMN, INALUM telah dipercaya untuk menjadi holding BUMN Pertambangan. Harapannya setelah menjadi holding BUMN Pertambangan, BUMN Pertambangan Indonesia semakin kuat dan mampu masuk ke dalam 500 besar Perusahaan di dunia. Winardi melanjutkan, INALUM juga mempunyai rencana ekspansi ke Kalimantan Utara. Hal ini dikarenakan Kalimantan Utara memiliki potensi PLTA yang cukup besar yaitu 6.000 MW. Daya listrik yang besar tersebut cukup untuk membangun Smelter aluminium baru di Kalimantan Utara.


Kategori Berita