Semangat Perkokoh Persatuan Membangun Negeri Dari Inalum Dan Pemprov Kaltara

SEMANGAT PERKOKOH PERSATUAN MEMBANGUN NEGERI DARI INALUM DAN PEMPROV KALTARA UNTUK KLASTER ALUMINIUM DI KIPI TANAH KUNING

Semangat Perkokoh Persatuan Membangun Negeri : PT Inalum (Persero) dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menandatangani Addendum MoU di Kantor Perwakilan INALUM - Jakarta (11/11)

Dilandasi semangat “Perkokoh Persatuan Membangun Negeri”, INALUM bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara disaksikan Kemenko Maritim menandatangani Addendum MoU atau Perubahan Nota Kesepahaman perihal Proyek Pembangunan Klaster Aluminium di Propinsi Kalimantan Utara di Kantor Perwakilan PT Inalum (Persero) di Energy Building - Jakarta, tepatnya satu hari setelah hari pahlawan nasional (11/11)

 

Dokumen bersejarah itu langsung ditandatangani oleh Direktur Utama INALUM, Budi Gunadi Sadikin dan Gubernur Kalimantan Utara, Irianto Lambrie disaksikan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Maritim, Ridwan Djamaluddin. Ikut menyaksikan juga CEO PT Kayan Hydro Energy Chandra Lee.

 

“Indonesia pada tahun 2025 membutuhkan kira-kira minimal 2 juta ton aluminium per tahun. Inalum di Kuala Tanjung saat ini hanya bisa memproduksi 250 ribu ton per tahun sehingga selama ini Indonesia mengimpor aluminium dari luar negeri, padahal Indonesia memiliki cadangan Bauksit yang termasuk ke dalam 5 besar dunia”, demikian disampaikan Budi Gunadi dalam sambutannya yang turut didampingi Direktur Umum & SDM, Carry EF Mumbunan, Direktur Keuangan, Oggy A.Kosasih dan Dante Sinaga (Ketua Tim Kerja Persiapan Pengembangan di Kaltara).

 

Pria yang juga pernah menjabat sebagai Dirut Bank Mandiri ini berharap dukungan dari Pemerintah Pusat dan Pemprov Kalimantan Utara untuk membantu mempercepat penyediaan listrik dan tanah agar INALUM dapat segera membangun klaster aluminium di sana, “melihat potensi air di Kaltara lebih besar dari yang ada di Asahan, kita merevisi rencana peningkatan kapasitas produksi yaitu 500 ribu ton per tahun di Kuala Tanjung dan satu juta ton per tahun di Kaltara”, demikian ungkap Budi.

 

Sebagaimana diketahui, sesuai dengan roadmap pengembangan bisnis korporasinya, INALUM sebagai satu-satunya perusahaan peleburan aluminium di Indonesia berencana untuk melakukan ekspansi di Kalimantan Utara dengan membangun klaster aluminium terpadu dan terintegrasi di KIPI Tanah Kuning yang kini telah manjadi salah satu dari Proyek Strategis Nasional untuk Pembangunan Kawasan Industri Prioritas sebagaimana termaktub di dalam Lampiran Peraturan Presiden No.58 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Presiden tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dan saat ini INALUM juga telah merambah industri hilir aluminium dengan memproduksi Alloy dan Billet di Kuala Tanjung

 

Oleh karena itu INALUM membutuhkan ketersediaan lahan 800 Ha di Tanah Kuning dan Mangku Padi,  600 Ha untuk klaster aluminium dan 200 Ha untuk kompleks perumahan karyawan.

 

“Pemprov Kaltara akan selalu mengawal rencana investasi ini hingga terealisasi. Bahkan, Pemprov Kaltara juga telah membentuk Tim Khusus yang akan intensif mengawal, membantu dan memfasilitasi pihak investor agar Investasinya segera terealisasi. Pemprov Kaltara juga akan segera membentuk Badan Pengelola Kawasan yang akan bertugas mengelola penggunaan lahan yang akan digunakan untuk kebutuhan investasi”, demikian papar Irianto dalam sambutannya yang turut didampingi Badrun, Sekretaris Daerah dan beberapa pimpinan SKPD Kaltara.

 

“Dari sisi Pemerintah, kita tetap pada arahan Pemerintah keseluruhan bahwa kita harus membangun di luar Jawa. Kemenko Kemaritiman juga akan membentuk Tim untuk membantu Tim dari Inalum dan dari Pemprov Kaltara”, jelas Ridwan Djamaluddin selaku Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman.

 

Penandatanganan addendum nota kesepahaman itu diakhiri dengan rapat teknis dan paparan progres terakhir dari persiapan proyek pengembangan klaster aluminium di Kaltara yang oleh Dante Sinaga selaku Project Manager Kaltara Development Project PT Inalum (Persero) yang saat ini sedang dalam pra-studi kelayakan dan persiapan pekerjaan di lapangan.


Kategori Berita